Walikota dan Wakil Walikota Depok Ngelenong

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
NGELENONG BARENG : Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menghadiri acara Bocah Depok Ngumpul Lagi 2018 di Halaman Balaikota Depok, Minggu (23/12).

DEPOK – Penampilan lenong bertajuk Kalo Bisa Mah Jangan Ampe Becere, bikin penonton tertawa terpingkal-pingkal. Aksi lenong ini dimainkan Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna di Lapangan Balaikota Depok, Jalan Margonda Raya, Minggu (23/12).

Acara bertema Ngurusin Seni, Budaya dan Bahasa, Bocah Depok Ngumpul Lagi ini, menghadirkan pemeran lenong yang tidak biasa. Sejumlah ASN, serta seniman lenong kawakan, di antaranya Udin Nganga dan Iin Marlina ikut memeriahkan.

Nampak seru dan tak bosan melihat pertunjukan tersebut. Bahkan, dari pantauan Radar Depok para penonton ikut tertawa, ketika Walikota dan Wakil Walikota Depok beraksi di pangung lenong.

Di lenong ini Walikota Depok, Mohammad Idris, digeruduk pasangan suami-istri (pasutri) yang sudah tidak harmonis. Mereka mendesak Idris, agar mengabulkan gugatan perceraiannya. Menyikapi hal itu, Idris menyarankan pasutri tersebut membatalkan niatnya bercerai.

Pasalnya, meski perceraian adalah sesuatu yang halal, namun sangat dibenci dalam agama Islam. Salah satu pasutri, yang diperankan putri Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dan putranya Camat Sawangan, Zaenudin. Dihadapan Idris, Pradi dan Zaenudin bersitegang, bahkan nyaris bertengkar.

“Keduanya saling menyalahkan dan membela anaknya masing-masing. Khawatir terjadi adu jotos, Idris dibantu stafnya berupaya melerai. Durasinya sekitar 90 menit” ucap Ketua panitia pelaksana Bocah Depok Ngumpul Lagi, Syaiful Hidayat.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga akan menampilkan sanggar-sanggar seni dan perguruan silat Kota Depok, serta tersedia pula ratusan doorprize menarik. “Jadi jangan sampai tidak nonton acara seru ini,” ucap Syaiful Hidayat.

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris  berharap, jangan hanya suam suam kuku saja keberadaan organisasi KOOD ini. Setelah berdiri beberapa tahun kemudian bubar, tanpa ada pandangan serta visi misi yang menampung seluruh aspirasi masyarakat Kota Depok. Untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat banyak

Tidak itu saja, kehadiran KOOD di Kota Depok khususnya kepada pengurus organisasi, diharapkan tidak hanya menyodorkan dalam berkonsep serta program saja. Namun, harus benar-benar mampu berkiprah maupun bekerja secara nyata, untuk kepentingan masyarakat Depok. “Saya berharap kepengurusan KOOD ini untuk fokus kepada kegiatan budaya, sosial, pendidikan dan kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen KOOD Ahmad Dahlan mengatakan, sejak Ketua Umum KOOD H. Naming Bothing wafat keberadaan kepengurusan dan organisasi Kood ini memang sempat tidak aktif. Sehingga sejumlah pengurus kini tengah membenahi, dan secepatnya melakukan pemilihan ketua umum baru serta kepengursan lainnya.

“Yang jelas keberadaan KOOD merupakan organisasi yang akan mengurusi kebudayaan serta independen tidak ada kaitan dengan politik,” tuturnya. (irw)

You may also read!

PKB Bentuk Poros Empat

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Menghadapi Pilkada Kota Depok banyak partai yang ingin menunjukkan eksistensinya, dan menunjuk calon sendiri. DPC PKB Kota Depok

Read More...

Disdik Jabar Evaluasi PPDB

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Semrawutnya pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Depok, jadi sorotan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa

Read More...

Elly Farida Harapkan Boponter Juara

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter) yang masuk tiga besar dalam Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan Tingkat

Read More...

Mobile Sliding Menu