UI Luncurkan Website Warung Ilmiah Lapangan

In Metropolis
DILUNCURKAN: Acara peluncuran Website Warung Ilmiah Lapangan (Science Field Shops) dan Sistem Informasi Data Agrometeorologi Petani di Balai Sidang, Kampus UI, Depok, Selasa ( 4 /12). Foto: Irwan /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM – Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia (UI) meluncurkan Website Warung Ilmiah Lapangan (Science Field Shops) dan Sistem Informasi Data Agrometeorologi Petani di Balai Sidang Kampus UI, Depok, Selasa (4/12).

Acara peluncuran dibuka Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Profesor Rosari Saleh disaksikan Ketua Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI, Taufiq W. Priambodo, Ketua Tim Warung Ilmiah Lapangan (WIL) Science Field Shops) dan Website WIL, Prof. M.A. Yunita T. Winarto,  memaparkan, berbagai konsekuensi perubahan iklim bagi pertanian seperti naiknya suhu minimum di malam hari.

“Keragaman pola pergantian musim dan kemungkinan terjadinya peristiwa iklim ekstrim, membuat petani tidak lagi dapat menggantungkan diri hanya pada pengetahuan tradisional dan pengetahuan empiris,” papar Yunita, kepada Radar Depok.

Suatu inovasi dalam pembelajaran petani menghadapi konsekuensi perubahan iklim telah diperkenalkan sejak 2008 di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada 2009 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar), pada 2014 di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan pada 2018 di Kabupaten Sumedang, Jabar.

“Dalam kurun waktu satu dasa warsa itu, antropolog dari Pusat Kajian Antropologi, Departemen Antropologi, FISIP Universitas Indonesia menjalin kerja sama melalui pendekatan lintas-disiplin dengan pakar agrometeorologi, dan trans-disiplin dengan petani dalam menumbuhkembangkan program pembelajaran agrometeorologi dalam arena Warung Ilmiah Lapangan,” jelas Yunita.

Dia menambahkan, metode belajar secara berkesinambungan dengan petani sebagai peneliti dalam komunikasi secara dialogis dengan akademisi dan berbagai pihak merupakan pendekatan utama yang ditatamantapkan secara bersama oleh kedua pihak, petani dan ilmuwan.

Terdapat tujuh jasa layanan iklim (seven climate services) yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam arena belajar itu, yakni, mengukur curah hujan setiap hari, mengamati dan mendokumentasikan kondisi agroekosistem lahan pertanian (irw)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu