Strategi Manajemen Risiko untuk Manajer Keperawatan dalam Meningkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien di Pelayanan Kesehatan

In Ruang Publik
Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, SKp, MARS , Ketua Tim Program Kajian Strategis Manajemen Risiko-Staf DKKD FIK UI

Oleh: Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, SKp, MARS *)

Rumah sakit merupakan institusi yang padat karya, teknologi, SDM, dan berbagai tipe manusia yang saling berinteraksi di dalamnya sehingga sering timbul risiko yang berdampak tidak hanya kepada penerima tetapi juga pada penyedia layanan. Manajer keperawatan sebagai pengelola asuhan dan pelayanan keperawatan harus melakukan pengelolaan untuk meminimalkan risiko tersebut. Dengan adanya penerapan manajemen risiko rumah sakit, kualitas pelayanan yang diberikan akan semakin baik karena risiko dari pelayanan dapat dikelola dengan baik.

Berbagai masalah terkait risiko fisik, kelalaian, bahaya psikososial, dan tindakan sentinel berdampak pada keselamatan pasien yang akan merugikan baik dari sisi pasien, perawat, dan rumah sakit. Adapun bahaya psikososial, sedang menjadi isu terkini di Indonesia. Isu tersebut terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah seorang petugas kesehatan dan menjadi konsumsi masayarakat luas karena unggahan video di media sosial. Hal ini mengindikasikan bahwa peraturan yang ada belum mampu menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman terhadap bahaya psikososial sehingga berdampak pada mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Diperlukan kepedulian pengambil kebijakan, manajemen dan praktisi klinis terhadap keselamatan pasien.

Perawat manajer sebagai pengelola pelayanan dan asuhan keperawatan memiliki tanggung jawab untuk membuat sistem yang dapat meminimalkan risiko tersebut. Langkah pengelolaan risiko dalam ACHS (2013) mencakup penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan pengelolaan risiko harus dikuasi oleh seluruh perawat manajer di Indonesia. Penetapan konteks dalam manajemen risiko dilakukan oleh manajer keperawatan dengan cara menentukan batasan internal dan eksternal, lingkup kerja, dan kriteria risiko (Hariyati, Yetti, Afriani, dan Handiyani, 2018). Selanjutnya, manajer keperawatan harus melakukan identifikasi risiko untuk mengidentifikasi apa yang terjadi, bagaimana kejadian, penyebab, kapan dan dimana kejadian, serta dampak yang ditimbulkan dari kejadian.

Setelah ada daftar risiko maka manajer keperawatan harus melakukan analisis risiko. Tahap ini akan memudahkan manajer keperawatan dalam menganalisis risiko mana yang paling besar kemungkinan untuk terjadi dan memiliki dampak paling besar. Tahap selanjutnya ialah evaluasi risiko yang dilakukan untuk memprioritaskan risiko berdasarkan hasil analisis risiko dan memutuskan risiko apa yang akan dikelola. Pada tahap akhir pengelolaan risiko manajer keperawatan akan melakukan berbagai cara untuk meminimalkan terjadinya risiko diantaranya menghidari risiko, mitigasi risiko, berbagi risiko, atau menerima risiko jika risiko sangat ringan (Hariyati, Yetti, Afriani, dan Handiyani, 2018). Dengan adanya pimpinan, arahan, serta pengelolaan manajemen risiko dari manajer keperawatan seluruh perawat di area pelayanan akan memahami fungsi masing-masing unit dan mampu mengidentifikasi serta melakukan implementasi untuk meminimalkan risiko dalam memberikan asuhan dan pelayanan keperawatan. Referensi
ACHS. (2013). Risk Management and Quality Improvement Handbook. The Australian Council on Healthcare Standards (ACHS), Risk Management and Quality Improvement Handbook. Sydney: Australia. Hariyati, R.T.S., Yetti, K., Afriani, T., dan Handiyani, H. (2018). Manajemen risiko bagi manajer keperawatan dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Jakarta: Rajawali Pers.(*)

*) Ketua Tim Program Kajian Strategis Manajemen Risiko-Staf DKKD FIK UI

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu