Krakatau Siaga, Ribuan Warga Diungsikan

In Utama
DOK. HUMAS BNPB

BANTEN – Pemkab Pandeglang Banten, telah mengungsikan masyarakat yang berada di pesisir Selat Sunda ke daerah tinggi. Instruksi tersebut berkaitan dengan peningkatan status waspada Gunung Anak Krakatau.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyatakan, beberapa tenda pengungsian berukuran besar telah didirikan dengan dilengkapi dapur umum dan tim medis.

“Masyarakat sudah kami ungsikan ke bukit-bukit, pegunungan, karena BMKG telah menaikkan status Gunung Anak Krakatau,” tutur Irna, Jumat (28/12).

Hingga saat ini lanjut Irna, pihaknya belum bisa mendata jumlah masyarakat yang telah diungsikan ke daratan tinggi. Sebab, masyarakat masih sering melihat atau pun beraktivitas ke rumah mereka masing-masing. Sedangkan data jumlah pengungsi di Pandeglang yang terkena dampak tsunami Selat Sunda mencapai 28 ribu jiwa.

Selain itu, kata Irna, pemerintah Pandeglang menjamin kebutuhan logistik dan bantuan bagi masyarakat terpenuhi. “Untuk logistik semuanya tercukupi,” ujarnya.

Irna menambahkan sejak peningkatan status Gunung Anak Krakatau, pihak terus melakukan patroli di pesisir pantai dalam radius 1 kilometer. Untuk memastikan tidak ada masyarakat yang masih berada di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari waspada level II menjadi siaga level III. Alasannya, ada peningkatan aktivitas gunung api tersebut. Petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau mencatat ada sembilan kali letusan dalam satu menit. Jumlah ini menurun dibanding hari sebelumnya.

“Kemarin 14 kali per menit, jadi sekitar 5 detik sekali. Kalau sekarang ada 9 kali,” ujar Plt Kepala PVMBG, Antonius Ratdomopurbo kepada wartawan di pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, Desa Pasauran, Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (28/12).

Antonius menyebut letusan Gunung Anak Krakatau bersifat fluktuatif. “Agak turun, tapi kan fluktuatif. Bagi kita itu data. Lihat tren statistiknya seperti apa, kekuatan seperti apa,” imbuhnya.

Kementerian ESDM mengecek letusan Gunung Anak Krakatau dengan alat infrasonik di pos pengamatan. Jumlah letusan akan tercatat lewat alat tersebut. “Kan ada infrasonik untuk dentuman. Dentuman kan pasti ada riakan. Itu pendekatan kita, karena terhambat visual,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar.

Terpisah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas seismik di Gunung Anak Krakatau Selat Sunda pada pukul 05.11 WIB. Namun, BMKG memastikan aktivitas tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan aktivitas seismik ini memiliki kekuatan setara 3 magnitudo. Episenter terletak di Gunung Anak Krakatau tepatnya pada koordinat 6,08 LS dan 105,41 BT pada kedalaman 1 km,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, Jumat (28/12).

“Aktivitas seismik ini tidak berpotensi tsunami,” sambungnya.

Rahmat menjelaskan, akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terjadi pada kedalaman hiposenter. Sementara bentuk gelombangnya masuk kategori waveform, aktivitas seismik gempa dangkal.

“Aktivitas Gunung Anak Krakatau ini tercatat oleh 7 stasiun seismik milik BMKG di sekitar Selat Sunda yaitu Cigeulis (CGJI), Serang (SBJI), Sukabumi (SKJI), Muara Dua (MDSI), Cacaban (CNJI), Bungbulang (BBJI), dan Tanjung Pandan (TPI),” ujarnya.

Hasil monitoring pada beberapa stasiun pasang surut (tide gauge), milik Badan Informasi Geospasial (BIG) di sekitar Selat Sunda, saat ini menunjukkan tidak ada catatan perubahan muka air laut. “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya. (tmp/dtc/rdw/JPC)

You may also read!

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

2020 sampai 5 Tahun Kedepan Ada Formula E di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengendarai sepeda di konvoi mobil listrik di Bundaran Hotel Indonesia,

Read More...

Mobile Sliding Menu