Dampak Erupsi Tak Sampai Jakarta

In Utama

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Jakarta dan pantai utara Pulau Jawa aman dari ancaman tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ia mengatakan, erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menimbulkan longsor bawah laut yang bisa menimbulkan tsunami. Akan tetapi, tsunami tersebut diprediksi tak akan menjangkau Jakarta dan pantai utara Pulau Jawa.

“Kemungkinan-kemungkinan potensi tsunami yang dibangkitkan dari longsor bawah laut, maupun erupsinya, hanya wilayah-wilayah ini (yang kemarin terdampak tsunami). Tidak akan sampai ke wilayah Jakarta, utara Jawa, dan sebagainya,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (28/12).

Sutopo mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengimbau masyarakat tak beraktivitas di radius 500 meter-1 kilometer dari bibir pantai di daerah yang terdampak tsunami pada Sabtu (22/12). Daerah itu adalah Pandeglang, Kabupaten Serang, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawan.

“PVMBG juga telah merekomendasikan di dalam radius 5 kilometer (Anak Krakatau), tidak boleh ada aktivitas, baik masyarakat, maupun wisatawan. Kecuali untuk aktivitas penanganan darurat seperti penanganan gunung api,” lanjut Sutopo.

Sutopo juga memprediksi erupsi Gunung Anak Krakatau tak akan sebesar erupsi di Gunung Krakatau di tahun 1883. Sebab, kata dia, diameter Gunung Anak Krakatau hanya 2 kilometer sedangkan diameter Gunung Krakatau dulu mencapai 12 kilometer.

“Apakah potensi dari Gunung Anak Krakatau akan besar seperti ibunya, tahun 1883? Sangat kecil. Karena diameter dari Gunung Anak Krakatau itu hanya 2 kilometer. Sementara Gunung Krakatau yang meletus tahun 1883, 6 kali lipat, diameternya 12 kilometer,” kata Sutopo.

Sutopo menambahkan, diameter Gunung Anak Krakatau yang lebih kecil mengakibatkan ukuran dapur magma di dalamnya juga kecil. Karena itu, Sutopo memprediksi letusan Gunung Anak Krakatau tidak akan menyebabkan bencana besar dan gelombang tsunami yang tinggi.    “Sehingga kemungkinan terjadinya erupsi tidak akan menyebabkan bencana besar, juga tidak akan menimbulkan tsunami yang besar seperti tahun 1883 yang menerjang wilayah di sini dengan ketinggian pada saat itu sampai dengan 36 meter,” ujar Sutopo.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat di sekitar sini, satu, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Tetap mengacu kepada institusi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) maupun BMKG,” lanjut dia.

Sebelumnya, BNPB menyatakan korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda yang menerjang lima kabupaten di Banten dan Lampung mencapai 426 jiwa hingga Jumat (28/12). BNPB meluruskan informasi sebelumnya per 26 Desember 2018 bahwa korban meninggal dunia sebanyak 430 jiwa. “Adanya penurunan jumlah korban meninggal dunia dibandingkan tanggal 26 Desember 2018 dikarenakan pencatatan ganda pada Kabupaten Pandeglang dan Serang,” kata Sutopo.

Sutopo melanjutkan, selain meninggal dunia, korban hilang mencapai 23 orang. Sebanyak 7.202 korban luka-luka dan 40.386 orang mengungsi. Adapun 1.296 unit rumah, 78 penginapan dan warung, 434 perahu dan kapal, 69 kendaraan roda empat, 38 kendaraan roda dua, satu dermaga, dan satu shelter mengalami kerusakan.

Sutopo memerinci, korban meninggal dunia di Kabupaten Pandeglang sebanyak 288 orang. Adapun sembilan orang hilang, 3.976 luka-luka, 28.139 warga mengungsi, 459 unit rumah, 350 unit perahu 74 unit toko dan hotel, 69 mobil serta 38 motor rusak.

Di Kabupaten Serang, lanjut Sutopo, tercatat 20 korban meninggal dunia, satu orang hilang. Kemudian 247 luka-luka, 4.399 orang mengungsi dan 40 unit rumah rusak. Untuk Kabupaten Lampung Selatan, tercatat 116 orang meninggal dunia, 2.978 luka-luka, 13 warga hilang, 7.617 jiwa mengungsi. Kemudian 494 Unit rumah rusak berat, 70 sedang dan 94 ringan.

Di  Kabupaten Tanggamus tercatat satu korban meninggal. Empat rumah, empat penginapan, satu shelter, satu dermaga dan 70 perahu rusak berat. Sedangkan Kabupaten Pesawaran tercatat satu korban meninggal dunia, satu luka-luka, 231 mengungsi, 53 rumah rusak berat, 82 ringan, dan 14 perahu nelayan rusak.

Sutopo mengatakan, BNPB telah menyerahkan bantuan berupa DSP Rp 500 juta, 414 paket makanan siap saji, 1.098 paket lauk pauk, 512 paket makanan tambahan gizi, 100 kantong mayat hingga sepuluh set tenda pengungsi. (kcm/jpg/boy/jpnn)

You may also read!

Kondisi rumah rusak di cimpaeun angin puting beliung

Berikut Daftar Rumah Rusak Korban Angin Puting Beliung di Cimpaeun

RUSAK : Salah satu rumah warga di RW3, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos yang rusak karena

Read More...
tahunnya PKK Depok

2019 Tahunnya PKK Depok

PENGHARGAAN : Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida saat menerima penghargaan dari tingkat provinsi.

Read More...
Pradi Supriatna

Pradi Diberi Sinyal Hijau

Pradi Supriatna.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna mendapat sinyal hijau

Read More...

Mobile Sliding Menu