Cimpaeun Chikungunya Masal

In Utama
MENAHAN SAKIT :  Riin (tengah) warga RT1/13 Kelurahan Cimpaeun, sedang menahan nyeri di sekujur tubuhnya akibat penyakit chikungunya, kemarin. Foto :INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

DEPOK–Mulai sekarang warga Depok harus lebih peduli dengan lingkungan. Kalau tidak, bisa-bisa penyakit mudah menyerang. Seperti di RW13 Kelurahan Cimpaeun, Tapos misalnya. Puluhan warga terserang lumpuh mendadak alias chikungunya, kemarin. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamum aedes aegepty ini sudah berlangsung selama dua pekan.

Kepada Harian Radar Depok, warga RT1/13 Cimpaeun, Asni (56) mengaku, sudah terserang penyakit chikungunya. Gejala penyakit yang dirasakannya sejak seminggu, berupa pusing, meriang, kaki terasa kaku, setiap sendi di kaki dan tangannya terasa nyeri. Begitu kondisinya membaik muncul bintik bintik merah pada tubuhnya.

“Dari Sabtu hingga ketemu Sabtu saya lemas tak berdaya. Saya tertular dari suami saya yang sudah lebih dahulu terserang penyakit ini. Tapi dia sudah baikan sekarang, saya juga sudah bisa berjalan walau masih ada rasa sakit,” ujar Asni.

Nirah (45), adik dari Asni menyebutkan, juga sedang mengalami penyakit yang sama. Sudah seminggu ini dia merintih menahan penyakit yang menyerang persendian tubuhnya tersebut. Mual dan pusing serta bintik-bintik juga dialaminya. Dia mendengar desas desus di warga sekitar, bahwa itu adalah penyakit chikungunya. Namun, ada juga yang mengatakan padanya itu merupakan Virus Singapur.

“Udah satu minggu saya kena penyakit ini, sampai sekarang masih terasa sakit. Bukan hanya saya, tetangga saya yang lain juga ada yang sudah kena (sakit). Masih ada juga yang sakit selain saya di sini,” ujar perempuan yang tinggal di sebelah rumah Asni.

Malang juga menimpah Riin (40), tetangga Asni dan Nirah. Dia baru saja terserang penyakit yang sama seperti yang dialami kebanyakan warga RT1/13, Cimpaeun. Pantauan Radar Depok yang datang ke kediaman Riin, dia sedang meringkuk lemas diatas tempat tidurnya sambil mengenakan jaket tebal dan selimut. Riin terbangun dan mengatakan, sedang terjangkit penyakit chikungunya.

Riin merasa heran dengan penularan penyakit yang begitu masif di lingkunganya. Padahal, anak dan istrinya baru saja sembuh dari penyakit tersebut.

“Anak istri saya baru sembuh, sekarang malah saya yang kena. Saya sudah berobat di klinik dekat rumah saya, tapi gak dikasih tau saya sakit apa. Sekarang badan saya sakit semua, kaki terasa keras, lidah pahit, pusing, dan meriang,” bebernya.

Sementara itu, Sanip (48) warga RT01/13 mengatakan, bukan hanya warga RT1/13 saja yang terjangkit penyakit serupa. Warga RT2/13 diketahuinya juga ada yang terserang penyakit tersebut. Dia memperkirakan puluhan orang di lingkunganya sudah terjangkit penyakit tersebut.

Dia mengungkapkan, petugas dari Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Puskesmas Cimpaeun sudah datang ke lingkungan. Mereka menengok kondisi warga di sana, namun tidak melakukan tindakan medis baik pengobatan maupun pencegahan. Petugas UPF Puskesmas Cimpaeun hanya menyarankan, warga untuk menjaga pola hidup selama mengalami gejala penyakit tersebut. Caranya dengan makan yang teratur dan jangan sering tidur–tiduran selama mengalami penyakit tersebut. “Orang puskesmas dateng hari Rabu (28/11) tapi Cuma lihat–lihat saja,” ungkapnya.

Dia berharap, Pemerintah Kota Depok memberikan penanganan serius kepada warga dilingkungannya. Sebab sudah sangat banyak warga yang menjadi korban keganasan penyakit tersebut. “Kalau penyakit ini disebabkan oleh nyamuk, kami minta dilakukan foging di lingkungan kami,” pinta Sanip.

Sementara itu, petugas medis dari UPF Puskesmas Cimpaeun, Titin mengatakan, belum bisa memastikan penyakit apa yang menimpa warga RT1/13 Cimpaeun tersebut. Menurutnya, penyakit tersebut masih sama seperti gejala batuk flu biasa yang juga menimbulkan rasa nyeri di tubuh penderitanya. “Kita sudah ke lapangan, sudah ditangani, kita datang ke sana waktu itu warga udah membaik semua,” ungkapnya.

Namun dia mengakui, belum melakukan pengecekan lab kepada warga yang terjangkit gejala penyakit tersebut. Karena warga di sana berobat di berbagai rumah sakit bukan hanya di Puskesmas. “Kita belum berani memastikan penyakitnya apa karena mereka berobatnya terpisah – pisah,” pungkasnya.(dra)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu