Bina Taruna, Sukmajaya, Kabomania, dan Salfas Soccer Siap Bersaing di 328 Kostrad Cilodong

In Ruang Publik
Drs. Supartono, M.Pd, Pengamat Sepakbola Nasional dan Pengamat Pendidikan Nasional

Oleh: Drs. Supartono, M.Pd*)

Festival Sepakbola antar Provinsi dalam rangka kegiatan 3Wulan SSB Sukmajaya tahun 2018, yang akan memperebutkan Piala, hadiah, dan Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya (Orangtua Siswa sekaligus Pembina SSB Sukmajaya), siap digulirkan di Lapangan 328 Kostrad Cilodong Depok, Selasa (25/12/2018).

Empat tim yang saling bersaing

Empat Sekolah Sepakbola (SSB) yang dipilih oleh Panitia dalam festival kali ini, adalah anggota tetap 3Wulan SSB Sukmajaya, telah berkiprah dan berpretasi di wilayah Provinsi DKI, Jawa Barat, dan Banten.

Untuk Provinsi DKI, siapa tidak mengenal SSB Bina Taruna dengan segudang prestasinya. SSB yang bersekretariat, tempat pendaftaran dan tempat latihan di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jalan Bojana Tirta Rawamangun Jakarta Timur, 13230, Telp. 47880246/02196550555, telah berdiri sejak 11 Nopember 1972.

Sementara, untuk Provinsi Jawa Barat, SSB Kabomania yang berdiri pada tanggal 27 Juni 2008 dan beralamat di Jalan Raya Cimandala No.4, Cimandala, Sukaraja, Bogor, Jawa Barat 16710, adalah SSB potensial yang senantiasa menorehkan prestasi di berbagai kelompok umur.

Bergeser ke Provinsi Banten, tentu publik sepakbola Banten tidak asing dengan nama SSB Salfas Soccer. Lahir setahun lebih muda dari SSB Kabomani, yaitu pada tangagl 4 April tahun 2007 dilapangan Sepak Bola Palapa jalan Swasa Perum II Kota Tangerang, juga telah menorehkan berebagai pretasi mengkilap, di antaranya mewakili Indonesia dalam Piala dunia Danone di Prancis. Uniknya, SSB ini ternyata merupakan akronim dari tiga anak kandung pendiri dan pemiliknya, yaitu Salsa, Fauzan, Salma, Jadi di singkat Salfas ditambah dengan  Soccer, maka terwujudlah SSB Salfas Soccer.

SSB Bina Taruna yang kini sudah berusia 46 tahun, SSB Sukmajaya 20 tahun, SSB Kabomania 10 tahun, dan SSB Salfas Soccer 11 tahun, dalam kompetisi usia dini dan muda di Jabodetabek, meski berbeda usia, namun hubungan manajemennya sudah seperti keluarga. Namun, dalam setiap festival/turamen/kompetisi, keempatnya adalah musuh bebuyutan, saling bersaing, saling mengalahkan.

Mengukur hasil proses

Kendati dalam setiap even festival/turamen/kompetisi tingkat Jabodetabek keempatnya adalah musuh bebuyutan, saling bersaing, saling mengalahkan, namun secara domisili, keempat SSB tersebut berbeda dalam wilayah Provinsi.

Untuk itu, momentum festival yang diberikan nama Festival Sepakbola antar Provinsi karena notabenenya memang keempat SSB berdomisili di tiga Provinsi yang berbeda, maka akan menjadi ajang pembuktian, di festival antar provinsi perdana ini, bagi keempat SSB bahwa proses pembinaan dan pelatihannya selama sesuai dengan visi dan misi pembinaannya. 3Wulan yang beranalogi seperti ujian semester di sekolah formal, memang menjadi sarana yang sangat efektif untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pembinaan dan pelatihan di keempat SSB tersebut.

Sebab, festival kali ini, setiap SSB wajib menyertakan seluruh pemain binaannya di kelompok umur 8 tahun, 10 tahun, dan 12 tahun, tanpa harus memilih pemain terbaik. Seluruh siswa wajib disertakan dan diberikan kesempatan untuk bertanding. Meskipun usia 8 dan 10 tahun sesuai regulasi bertanding 7 melawan 7, namun seluruh pemain yang terdaftar di keempat SSB wajib dimainkan. Demikian pula usia 12 tahun yang bertanding 9 vs 9, seluruh siswa U-12 juga wajib dimainkan.

Festival yang didukung sepenuhnya oleh Pembina SSB Sukmajaya dengan menyiapkan Piala dan hadiah, serta oleh seluruh orangtua SSB Sukmajaya, lalu iuran SSB peserta untuk biaya opersioanal, benar-benar kegiatan swasta dari kita untuk kita. Selain itu, dukungan dari Askot PSSI Kota Depok dan Disporyata Kota Depok yang memberikan rekomendasi kegiatan festival, menjadikan kegiatan festival swasta ini menjadi resmi dan formal.

Dukungan sponsor, media, dan SSB undangan

Festival 3Wulan yang digulirkan setiap empat  bulan sekali dalam satu tahun, yaitu setiap bulan Maret, Juni, September, dan Desember, mulai akhir tahun 2018 ini berubah nama menjadi Festival Sepakbola antar Provinsi. Perubahan nama kegiatan hingga ditambah label perebutan Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya, menjadikan salah satu produsen alat olahrag Indonesia, tertarik untuk bekerjasama dalam festival berikutnya.

Namun, sesuai latar belakang lahirnya even 3Wulan SSB Sukmajaya, maka setiap pergelaran festival, pesertanya hanya akan diikuti oleh SSB-SSB undangan yang dipilih berdasarkan beberapa prasyarat, di antaranya dilihat dari manajemen, pembinaan, dan pretasinya. Sehingga, bobot festival ini tetap dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari berbagai hal negatif, termasuk pencurian umur dan lain sebagainya.

Namun yang lebih prinsip, kegiatan festival ini, akan terdokumentasi secara kualitas, karena adanya media patner yang akan mewartakan dan menyiarkan serba-serbi festival. Media Olahraga terbesar di Indonesia, Harian TopSkor dan Harian Radar Depok akan menjadi bagian peliputan kegiatan ini.

Semoga, Festival Sepakbola antar Provinsi perdana ini, akan berjalan lancar, dan terus memberikan motivasi pembina, pelatih, orangtua, dan pemain usia dini untuk terus berproses dengan benar dalam pengembangan sepakbola khususnya untuk diri pemain sendiri, dan umumnya untuk bangsa dan negara ini. Pasti, siapa menanam, akan memetik. Amin. (*)

*)Pengamat Sepakbola Nasional, Pengamat Pendidikan nasional

You may also read!

Tiga Karung Lapisan KTP-el Ditemukan

  RADARDEPOK.COM, DEPOK – Petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kecamatan Cimanggis, menemukan tiga karung lapisan luar bagian

Read More...

Calhaj Depok Dibagi Lima Kloter

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada musim haji tahun 2019, calon jamaah haji (Calhaj) asal Kota Depok dibagi ke dalam lima

Read More...

UI Terima 1.656 Mahasiswa Baru

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Universitas Indonesia (UI) menerima 1.656 mahasiswa baru S1 Reguler, dari total pendaftar SNMPTN 2019 sebanyak 18.733

Read More...

Mobile Sliding Menu