Anti Korupsi dan Masa Depan Indonesia – Adakah Peran Kita?

In Ruang Publik

Oleh: Ihsanira Dhevina, M.A*) 

Tindak korupsi rasanya tidak ada habisnya mewarnai liputan seluruh media di Indonesia. Pemberitaan yang mampu menghujam nurani seseorang yang masih mencintai negeri yang bernama Indonesia. Tak dapat dibayangkan banyaknya nurani-nurani baik yang terluka dengan perilaku koruptif orang-orang yang tak mencintai negeri ini.

Kondisi memprihatinkan ini bahkan menggugah seorang penyair menuangkan keprihatinannya lewat puisi, sepenggal puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul Kami Muak dan Bosan, kiranya dapat mengawali tulisan ini

Di Republik Rakyat Cina,

Koruptor Dipotong kepala
Di kerajaan Arab Saudi,

Koruptor Dipotong tangan
Di Indonesia, Koruptor
Dipotong masa tahanan
 

Kemudian berhanyutanlah nilai-nilai luhur luar biasa tingginya
Nilai Keimanan, kejujuran, rasa malu,

kerja keras, tenggang rasa, pengorbanan,
Tanggung jawab, ketertiban, pengendalian diri,
Remuk berkeping-keping

Akhlak bangsa remuk berkeping-keping
Dari barat sampai ke timur
Berjajar dusta-dusta itulah kini Indonesia
Kami muak dan bosan

Puisi ini bahkan dibacakan oleh pejabat KPK sendiri saat  peringatan hari Anti Korupsi Dunia beberapa waktu lalu di Sasana Budaya Ganesha, Bandung (www.tribunnews.com). Data Transparancy International pada 2017, menempatkan Indonesia di urutan 96 dari 180 negara pada Indeks Persepsi Korupsi dengan skor 37 berdampingan dengan Timor Leste – yang agak lebih baik  di skor 38 (www. transparancy.org), dengan skor terbaik adalah 100. Di kawasan Asia Tenggara, indeks urutan terbaik diraih Singapura dengan skor 84, Brunei Darusallam skor 62, dan Malaysia di skor 47. Sebagai negara dengan limpahan beragam potensi kekayaan alam dan kemampuan SDM yang sebenarnya juga tidak bisa disepelekan; tentu bukan hal yang membanggakan jika Indonesia hanya berada di kisaran skor tersebut.

Ketua KPK, Agus Rahardjo menyatakan bahwa kasus terbanyak pada tindak pidana korupsi di Indonesia adalah suap dan berikutnya adalah pengadaan barang dan jasa yang umum terjadi di sektor pemerintahan. Sayangnya, pelaku dan penerima suap sering menafsirkan suap sebagai pemberian sejumlah uang atau apapun sebagai hadiah yang tidak semestinya ditolak. Adapun tindak korupsi pada pengadaan barang dan jasa adalah dengan cara menaikkan (mark up) atau menggelembungkan dana dari yang sebenarnya.

Jika dalam tata pemerintahan yang baik (good governance)  dikenal adanya tiga pilar penting dalam pembangunan suatu bangsa adalah pemerintah, swasta dan masyarakat ; maka ketiga pilar itu pulalah yang juga berperan dalam menciptakan baik buruknya atau berhasil tidaknya proses pembangunan suatu bangsa – baik pembangunan jasmani maupun mental atau karakter.

Upaya pemberantasan korupsi merupakan langkah membangun karakter, jika suap dan pengadaan barang dan jasa sebagai tindak korupsi terbanyak maka dengan demikian, sebagai pilar kekuasaan, pemerintah dan juga swasta merupakan pihak yang ikut bertanggung jawab dalam menentukan seperti apa bangunan karakter bangsa yang akan dibentuk.

Adapun masyarakat yang telah memberi mandat kepada pemerintah untuk menjalankan kekuasaan bagi kepentingan masyarakat, namun dengan kondisi ini masyarakat tentu perlu meningkatkan peran secara lebih aktif. Mulailah dari diri sendiri, jika sebagai orang tua, mulailah berani untuk bertanya kepada anak jika sang anak memiliki jumlah kekayaan atau gaya hidup konsumtif yang melebihi kewajaran.  Jika berkecimpung dalam dunia usaha atau bekerja di sektor swasta, mulailah mencoba berani berlepas diri dari suap – menyuap untuk memperlancar suatu kepentingan. Jika kebetulan memiliki profesi sebagai aparat pemerintah, mulailah bersikap waspada, tegas dan berani untuk tidak terbawa “arus” ketidakjujuran yang terjadi di lingkungan kerja.

Semuanya bukan hal yang sederhana dan mudah serta tanpa risiko namun, jika  tidak dimulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil dan saat ini juga, kapan kita dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi…?? Selamat hari Anti Korupsi…! (*)

*)Widyaiswara Kemensetneg, Mendalami Bidang Komunikasi Massa, Gender dan Pembangunan Serta Pengajar Anti Korupsi Bagi CPNS

You may also read!

SMK Arrahman Lepas 323 Siswa

PELEPASAN DAN PERPISAHAN: Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Arrahmaniyah menggelar pelepasan dan perpisahan Peserta Didik Kelas Akhir Tahun Pelajaran 2018/2019,

Read More...

Awas Kabel Listrik Menjuntai

WASPADA : Kabel PLN lunglai di Jalan Naman Iskandar Cakra Limo Kelurahan/Kecamatan Limo, kemarin. Foto : SANI/RADAR DEPOK RADARDEPOK.COM, DEPOK-Petugas

Read More...

Giant Express Cinere Ludes

RAMAI: Warga berbondong-bondong berburu diskon di Giant Express Cinere mall, kemarin. Foto : RUBIAKTO/RADAR DEPOK RADARDEPOK.COM, DEPOK-Memanfaatkan Giant yang akan

Read More...

Mobile Sliding Menu