YLCC: Kosongkan RS Harapan Depok

In Metropolis
RUBIAKTO/RADAR DEPOK
SETERU: Salah satu perwakilan YLCC, saat mengunjungi RS Harapan Depok untuk meminta kejelasan kontrak kerjasama atau mengosongkan RS Harapan Depok.

DEPOK – Tidak adanya kesepakatan sewa-menyewa antara Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) dengan Rumah Sakit Harapan Depok, pihak YLCC meminta agar RS Harapan segera mengosongkan rumah sakit.

Perwakilan YLCC, Fredy Jhonatan menyatakan, pihaknya meminta agar pengelola RS Harapan Depok di Jalan Pemuda segera mengosongkan rumah sakit yang sudah berdiri sejak tahun 60-an tersebut.

Sementara, menurut Fredy berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 063/KPTS-YLCC/VIII/2018 per tanggal 7 Agustus 2018 mengenai surat pembatalan kerjasama penggunaan lahan milik YLCC yang berada di Jalan Pemuda sesuai Sertifikat HGB nomor 517 Rumah Sakit Harapan Depok maka tenggat waktu tiga bulan yang telah diberikan untuk mengosongkan bangunan ternyata tidak diindahkan pihak rumah sakit.

“Dengan demikian kami meminta pihak terkait yang menempati lahan milik YLCC, dalam hal ini RS Harapan Depok untuk menghentikan segala bentuk kegiatan dan mengosongkan lahan tersebut,” kata Freddy Jhonatan.

Karena menurutnya selama ini pihak YLCC dengan RS Harapan Depok belum ada kesepakatan kontrak kerjasama. “Selama ini kan hanya seperti bayar hibah, sebulan Rp7,5 juta,” kata Freddy Jhonatan.

Selain itu, menurutnya lahan Rumah Sakit Harapan yang sebelumnya merupakan rumah sakit pertama di Kota depok itu sudah tidak layak untuk dijadikan rumah sakit yang hanya memiliki mluas lahan 3.000 meter, padahal idealnya rumah sakit harus memiliki luas 5.000 meter.

“Sudah tidak layak, untuk dijadikan rumah sakit, karena luasnya yang kurang memadai,” papar Freddy Jhonatan.

Kedepan, YLCC menurutnya akan membangun cagar budaya di Kota Depok, karena RS Harapan Depok merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Depok.

Saat ditemui, Ketua Serikat Pekerja RS Harapan, Anna mengatakan pihaknya tidak mengetahui masalah yang terjadi antara YLCC, dan RS Harapan. Dia menegaskan, hanya sebagai karyawan masih bekerja dan mengurus pasien yang berobat di RS Harapan.

“Saya tidak paham kami hanya bekerja, jika ingin menanyakan kontrak kerjasama silakan tanyakan langsung ke PGI. Karena itu kewenangan antara YLCC dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) yang membawahi pengelola Rumah Sakit Harapan,” kata Anna.

Sementara itu, saat dihubungi Radar Depok, Direktur RS Harapan Depok, Artur tidak mau menanggapi pertanyaan awak media. (rub)

You may also read!

Ikhsan Blusukan ke Depok Bantu Fogging Warga Mekarjaya

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Mengantisipasi penyebaran wabah demam berdarah di lingkungan Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Calon Legislatif (Caleg) Golkar Kota

Read More...

1.324 Surat Suara Rusak KPU : Bakal Dimusnahkan

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok ambil langkah seribu, sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Sebanyak 1.324 surat suara

Read More...

TOLAK PROVOKASI DAN POLITISASI PETANI OLEH PATAKA, ALIANSI PETANI ANTI POLITISASI GELAR AKSI DEPAN MABES POLRI

SIARAN PERS AKSI DAMAI RADARDEPOK.COM – Akhir-akhir ini publik sedang ramai akan informasi yang masif dilakukan lembaga swadaya masyarakat

Read More...

Mobile Sliding Menu