Upaya Kota Depok Mencapai Target Goal Keenam SDGs

In Ruang Publik

Oleh: Drs. Bambang Wispriyono, Apt., PhD*) 

Lingkungan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat. Dari 17 goal SDGs (Sustainable Developmen Goals), separuh lebih merupakan goal yang berkaitan langsung dengan lingkungan. Khusus terkait sanitasi, goal keenam dari SDGs menyatakan bahwa pada target capaian SDGs tahun 2030, masyarakat harus terjamin sanitasi dan dan ketersediaan air bersih nya baik secara kuantitas maupun kuantitas saat ini dan yang akan dating (to ensure availability and sustainable management of water and sanitation for all).

Kota Depok merupakan salah satu wilayah strategis yang berbatasan dengan Propinsi DKI Jakarta. Lokasinya yang strategis ini secara signifikan meningkatkan aktifitas mobilitas penduduk dan jumlah hunian di kota Depok serta meningkatnya aktivitas niaga, industri dan pendidikan. Hal ini tentu saja berdampak pada kualitas lingkungan kota Depok seperti semakin berkurangnya ruang terbuka, ketersediaan air tanah yang semakin berkurang akibat penggunaan air tanah yang kurang bijak, drainase yang belum mendukung siklus air yang sustain, dan meningkatnya limbah baik limbah industri, rumah sakit maupun limbah rumah tangga yang tidak dikelola sesuai peraturan perundangan, serta dampak lainnya pada lingkungan.       Di sisi lain, pada beberapa wilayah memiliki tipikal rural, yaitu wilayah pemukiman yang ditandai dengan masih adanya aktivitas buang air besar sembarangan (BABS/ODF), keterjangkauan akses air bersih dan perilaku masyarakat lainnya yang tidak higienis dan saniter. Hilir dari semua tersebut adalah indeks kualitas kesehatan masyarakat kota Depok yang terukur dari prevalensi penyakit terkait lingkungan (environment related-diseases) apakah masih mendominasi 10 penyakit terbesar atau tidak, atau tidak adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit terkait lingkungan.

Dengan sisa waktu 12 tahun untuk mencapai target SDGs, apa yang sudah dilakukan oleh kota Depok untuk mensukseskan SDGs khususnya goal keenam terkait sanitasi dan penyediaan air?. Indonesia telah mencanangkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang menetapkan tarcapainya akses universal 100 persen air minum, 0 persen pemukiman kumuh dan 100 persen stop bebas buang air besar sembarangan (BABS).

Melalui keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) nomor 852/Menkes/SK/IX/2008 yang kemudian diperkuat menjadi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 tahun 2014, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dikukuhkan sebagai strategi nasional pembangunan sanitasi di Indonesia. STBM merupakan sebuah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Untuk dapat mencapi tujuan tersebut, strategi penyelenggaraan STBM fokus pada penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment), peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation) serta peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply improvement).

Kalau dilihat dari capaian STBM (Sanitasi Berbasis Masyarakat), Kota Depok telah memiliki 95 persen akses terhadap sanitasi nilai ini jauh melampaui angka nasional 77,24 persen akses terhadap sanitasi dan berkontribusi positif terhadap angka Propinsi Jawa Barat 71 persen akses sanitasi. Data-data lain yang terkait lingkungan dan sanitasi higienis masyarakat berdasarkan data Profil Dinas Kesehatan Kota Depok menunjukkan presentase rumah sehat dan akses air bersih lebih dari 80 persen.

Atas capaiantersebut, kota Depok meraih peringkat pertama dari 10 besar kabupaten/kota dalam Penilaian National Sanitation City Rating 2018 yang digagas oleh Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI). Namun demikian, masih perlu upaya dan kerja keras untuk mencapai target 100 persen akses sanitasi dantidak ada lagi wilayah yang masih BABS/ODF, meniadakan hunian kumuh dan mencapai 100 persen akses air minum. Khusu untuk cakupan akses air minum, walapun capaian telah mencapai lebih dari 80 persen, namun capaian tersebut lebih dikarenakan masih baiknya kualitas dan kuantitas air tanah di sebagian besar wilayah kota Depok.

Kondisi ini perlu diantisipasi ke depannya sebagai bagian dari mensukseskan goal-goal yang lain dalam SDGs dalam kaitan menjaga ekosistem dan kualitas lingkungan. Dalam hal ini, pemerintah Kota Depok telah melakkan upaya-upaya melalui peningkatan kapasitas dan jaringan perpipaan melalui PDAM Tirta Asasta Kota Depok, sosialisasi dan imbauan kepada warga masyarakat untuk mengurangi penggunaan air tanah dan beralih ke air perpipaan, serta melali upaya regulasi yang berkaitan dengan perizinan khususnya terkait perizinan atas kegiatan yang membutuhkan pemakaian air dalam jumlah besar sehari-harinya seperti pusat perbelanjaan, apartemen, perumahan-perumahan, rumah sakit dan industri.

Dari semua hal diatas, terlihat upaya dan kerja keras pemerintah kota Depok untuk mensukseskan Goal keenam SDGs dan sebagai rekomendasi bagi pemerintah kota Depok, kebijakan dan program-program RPJMD ke depannya: (1) menjadikan program terkait penyediaan air bersih, sanitasi dan kesehatan senantiasa menjadi prioritas program kesehatan pencegahan (preventive health priority) dalam RPJMD dan program SKPD-SKPD tidak hanya Dinas Kesehatan; (2) mengurangi sumber polusi dan limbah yang dibuang ke sunagi dan badan air; (3) mengurangi risiko krisis air di masa depan dengan kebijakan dan regulasi, program-program perlindungan sumber-sumber air bersih, meningkatkan efisiensi penggunaan air;

(3) keterlibatan masyarakat dalam upaya pencatatn, monitoring dan  perbaikan kesehatan dan lingkungan dengan melibatkan banyak forum seperti: Form Kota Depok Sehat (FKDS, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS), kader PKK, LSM dan lainnya menjadi kader-kader yang bergerak dalam menjaga kesehatan dan lingkungan di wilayah kota Depok sehingga kota Depok menjadi kota yang berkontribusi dalam mensukseskan SDGs khususnya Goal keenam SDGs yaitu akses sanitasi dan air minum bagi masyarakat kota Depok. (*)

*)Ketua Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan dan Industri (PKKLI-FKMUI)/Dekan FKM UI Periode 2008-2013

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu