Tersangka Curanmor di Depok Tewas di Hotel Prodeo

In Metropolis

DEPOK – Ternyata Hotel Prodeo Polresta Depok sangat angker bagi tahanan. Tersangka Yulius Lucas Tahapary alias Ulis, yang terjerat kasus pencurian ditemukan tak bernyawa dilengkapi dengan luka memar ditubuh Rabu (14/11) siang.

Sebelum peristiwa mengerikan ini bermula, Ulis melancarkan  aksinya mencuri kendaraan bermotor di pinggir Jalan Juanda, Senin (12/11). Apesnya ketika “konser” pelaku terrekam CCTV. Selang satu hari, Polresta Depok berhasil mengamankan Ulis, Selasa (13/11).

Namun, baru sehari mendekam di sel tahanan Polresta Depok. Ulis dikabarkan tewas pada Rabu (14/11) siang. Dia disebut tewas dalam ruang tahanan.

“Saat ini beredar kabar tersangka meninggal di ruang pemeriksaan. Padahal itu tidak benar,” kata Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus, kepada Radar Depok, kepada Harian Radar Depok, Jumat (16/11).

Daus -saapannya- menjelaskan, kronologis meninggalnya Yulius pada Rabu siang (14/11). Sekitar pukul 12:00 WIB. Piket jaga tahanan menerima informasi dari dalam tahanan, bahwa ada tahanan yang tidak sadarkan diri. “Piket Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) menghubungi Urkes Polresta Depok. Saat itu diduga yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Kemudian pihaknya membawa Yulius ke RS Polri Kramat Jati untuk visum dalam dan luar. Sayangnnya, pihak keluarga menolak dilakukan visum dalam, sehingga penyebab kematin Ulis belum diketahui. “Untuk mengetahui penyebabnya itu harus dilakukan visum dalam. Tapi saat di RS Polri pihak keluarga menolak untuk visum dalam,” terangnya.

Daus menegaskan, tidak ada luka robek di jasad Ulis. Yang ada adalah luka memar akibat benda tumpul. Itu diakibatkan benturan dari sebelum Ulis ditangkap penyidik. “Memar ada di tangan bagian bawah,” katanya.

Perlu diketahui, Reni Agustina istri dari Ulis sempat bercerita, suaminya meninggal di Polresta Depok dalam keadaan tidak wajar dengan luka lebam hampir diseluruh tubuh.

Dia menuturkan, luka-luka itu diketahui saat berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, untuk menjemput jenazah ayah dengan dua anak yang sudah terbujur kaku.

“Saya enggak terima suami saya meninggal di ruang penyidik dalam keadaan enggak wajar. Suami saya meninggal dengan luka dalam di pinggang kanan belakang, dada kanan kiri, tangan kanan kiri dan kaki,” ucapnya.

Dia mengaku, banyaknya luka lebam di tubuh jenazah membuat pihak keluarga curiga. Diduga sebelum meninggal Yulius Lucas dianiaya anggota kepolisian saat berada di Polresta Depok.

“Saya tahu dari polisi suami saya ditangkap polisi, karena kasus pencurian bermotor hari Senin (12/11), dan meninggal Rabu (13/11). Kata polisi meninggalnya rabu siang pukul 12:00 WIB dan saya dikabari pukul 16:0 WIB,” imbunya.

Sebagai seorang istri, Reni pun merasa terkejut pasca penangkapan suaminya. Dia belum berkomunikasi sekali pun hingga dikabarkan sang suami terbujur kaku di RS Polri. “Saya ketemu suami setelah ditanggkap sampai sekarang sudah tak bernyawa,” ujarnya.

Hingga saat ini pihak keluarga menuntut kepada pihak kepolisian agar bertanggungjawab terkait kematian Yulius. Dia ingin pemnyebab kematian korban dijelaskan secara terbuka kepadanya. Mengingat, pihak keluarga belum mengetahui pemyebab kematian Yulius secara pasti.

“Kami mau polisi terbuka jangan ada yang ditutupi. Sekarang saya sebagai istri saja tidak tahu kenapa suami saya meninggal dengan cara enggak wajar di kantor polisi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ulis mencuri motor dengan modus menggunakan kendaraan dan berputar keliling melihat situasi.

Ketika ada motor yang diparkir dan pemiliknya lalai akhirnya pelaku mengambil motor tersebut.

“Uniknya, pelaku meninggalkan kendaraannya di sekitar TKP tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan. Polisi menduga aksi pelaku tidak hanya kali ini saja, dan langsung melakukan pengembangan terhadap kasus ini.  Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor matic milik pelaku yang ditinggalkan di sekitar TKP.

“Pelaku pun dijerat pasal 362 dan 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya.(irw/cr2)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu