Prosedur Kartu Nikah Jangan Dipersulit

In Utama
KEMENAG
KARTU NIKAH: Bentuk kartu nikah yang rencannya akan menjadi pengganti dari buku nikah.

DEPOK – Kebijakan baru yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) RI terkait penggantian buku nikah menjadi kartu nikah. Masyarakat Kota Depok menyambut baik dengan kebijakan tersebut.

Nur Aliyah selaku warga di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari mengaku setuju dengan penggantian buku nikah menjadi kartu nikah. Karena ukurannya yang hanya sebesar kartu ATM, menurutnya lebih sederhana dan praktis untuk dibawa kemana-mana.

“Saya setuju banget kalau begini, praktis dan mudah dibawa dimasukkan ke dompet. Kalau bentuknya buku seperti umumnya kan sulit dibawa-bawa,” kata Aliyah, kepada Radar Depok, kemarin (12/11).

Aliyah menilai, dengan melihat desain kartu yang juga menggunakan dua foto sepasang suami istri, dapat mengurangi tindak kejahatan dan perbuatan asusila di luar pernikahan atau mesum.

“Kalau membawa pasangan yang tidak sesuai dengan di foto kartu nikah dapat membantu pihak berwajib menindaklanjutinya. Saya anggap ini bermanfaat sekali,” jelasnya.

Senada dengan Aliyah, salah satu warga yang berdomisili di Jalan H. Mendik, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere. Paisal Rizal pun juga mengungkapkan penyambutan baiknya terhadap kartu nikah. Namun dia mengusulkan, untuk prosedur pembuatan kartu nikah agar tidak di persulit. Dia mencontohkannya seperti pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

“Pemerintah harusnya melakukan sosialisasi lagi ke warga secara terus menerus tentang mekanismenya, agar tidak terjadi kesalahpahaman bagi yang belum mengetahuinya,” terang Rizal.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cimanggis, H. Ubad Badruzaman mengaku, belum mendapat sosialisai dari Kemenag. Dan belum tahu petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) menegenai kartu nikah tersebut.

“Kami belum bisa berkomentar banyak karena belum ada sosialisasi ke kami,” ungkap H. Ubad kepada Radar Depok.

Hal berbeda disampaikan Kepala KUA Kecamatan Tapos, H. Habibi. Menurutnya, kartu nikah tersebut nantinya seperti kartu tanda penduduk (KTP) yang berguna untuk memberikan keterangan pasangan suami istri pemegangnya. Kartu nikah tersebut akan memudahkan masyarakat dalam memegang keabsahan status perkawinannya dibandingkan harus membawa buku nikah. “InsyaAllah program tersebut akan di launching ke masyarakat awal tahun 2019,” tandas H. Habibi.

Sementara itu, Camat Cilodong Mulyadi mengatakan, pihaknya menyambut positif atas rencana perubahan buku nikah menjadi kartu nikah. Mulyadi menyebutkan, kartu nikah dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh data pasti.

“Ini kebijakan positif Kemenag dan akan mempermudah kami selaku kecamatan maupun kelurahan dalam mengecek setiap data warga yang sudah menikah,” Kata Mulyadi Camat Cilodong, Senin (12/11).

Kartu tersebut akan mengantisipasi masyarakat yang akan melakukan tindak asusila di hotel maupun rumah tinggal lainnya seperti kontrakan, kosan, dan apartemen. Mulyadi melanjutkan, memang semuanya harus mengikuti teknologi sesuai dengan perkembangan zaman. “Kami selaku pejabat wilayah mendukung kebijakan dari Kemenag, yang penting untuk kepentingan warga saya,” lanjutnya.

Senada, Lurah Cilodong, Nyoman Budiarsa mengapresiasi langkah tersebut. ia siap membantu menyebarluaskan akan program dari Kemenag tersebut. “Bagus karena memang buku nikah susah dibawa kemana-mana untuk membuktikan kalau saat ada pemeriksaan,” ucapnya saat disambangi ke kantornya.

Lanjut Nyoman, dirinya siap membantu membagikan serta memperkenalkan kepada warganya yang berjumlah sekitar 3.800 Kartu Keluarga. Rencananya akan ada seribu penyebaran kartu kepada masyarakat. Apabila untuk pasangan suami istri yang sudah lama tetap dapat memiliki kartu tersebut dengan ke KUA Kota, Kecamatan, ataupun Kelurahan setempat. (san/dra/Cr2)

You may also read!

Dibongkar, Bangun, Dilarang Lagi

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Setahun lalu tepatnya 15 Juli 2018, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Grand Depok City dibongkar. Terbaru kemarin,

Read More...

Babinsa Belajar Aplikasi Panic Button

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Kondusifitas perlu di jaga, apalagi saat Ramadan, dan berbarengan dengan pengumuman pemenang pemilu 2019. Guna menghalau kejadian

Read More...

Terinspirasi Kehidupan ART, Meniti Sejak 2009

RADARDEPOK.COM – Mungkin sebagian orang menganggap sampah tidak bermanfaat. Namun tidak bagi Serly Susanti, yang berjuang dan meniti karir

Read More...

Mobile Sliding Menu