Pro-Kontra Nikah Online

In Satelit Depok, Wilayah Depok

DEPOK – Setelah hadirnya kartu nikah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, kali ini pendaftaran nikah secara online juga akan hadir.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Mulyadi menganggap hal tersebut penting dilakukan di era modern seperti sekarang. Terlebih bagi mereka yang sibuk bekerja. Namun hal ini tidak dapat diterapkan begitu saja bagi warga desa atau kampung.

“Ini penting, memang sudah harus ada. Jadi yang kerja lebih gampang lakukan pendaftaran tapi lihat mereka warga lain yang kurang mampu menguasai internet dan komputer. Mereka akan lebih memilih secara manual dengan menulis form pendaftaran,” kata Mulyadi.

Keduanya memiliki di hati masing-masing masyarakat. Manual dan online harus tetap dijalankan agar masyarakat memiliki pilihan. Bagi yang bekerja dengan kesibukan yang tinggi bisa memilih online dan untuk mereka yang kurang menguasai internet bisa memilih manual.

“Contohnya saja kayak di tempat saya, pengaduan yang masuk lebih banyak melalui kotak saran dari pada di media sosial atau bahka telepon. Kedunya sama-sama dibutuhkan,” kata Mulyadi.

Salah seorang warga Kelurahan Cipayung, Ina Agustina (53) menuturkan, dirinya tetap terbiasa dengan cara lama, datang dan isi formulir pendaftaran pernikahan di tempat, tidak mengerti secara online.

“Mungkin kalau yang daftarin anak saya ngerti tapi kalau saya lebih baik isi formulir saja karena emang dari dulu caranya begitu,” tutur perempuan beranak dua ini.

Berbeda dengan Ina, Azzahra (32), warga Kelurahan Bojong Pondok Terong, ini mengatakan bahwa ini akan mempermudah dirinya untuk mendaftar bersama kekasihnya pertengahan tahun depan.

“Ya bagus dong, kan sekarang serba online, biar kita lebih mudah tidak perlu ambil waktu libur kerja buat urusinnya,” tutur Zahra panggilannya.

Perempuan yang bekerja di salah satu bank swasta ini membeberkan kalau dirinya akan melangsungkan pernikahan bersama kekasihnya pada bulan september tahun depan.

“Insya Allah, saya memang rencana mau nikah dengan kekasih saya tahun depan, semoga sistem daftar online memudahkan kami dan tidak memakan waktu kerja kami,” katanya sambil tersenyum.

Kemenag melakukan uji coba kepada 2.000 Kantor Urusan Agama (KUA) di sejumlah kota besar Indonesia. Uji coba tersebut bertujuan mengetahui sistem berjalan dengan baik serta meminimalisir hambatan yang mungkin terjadi.

Terobosan ini dilakukakan untuk meningkatkan pelayanan publik serta meningkatkan kinerja KUA. Dalam pendaftaran online nantinya masyarakat dapat memberikan saran dan masukan bagi KUA dengan mengisi survei kepuasan masyaramat online dan langsung terhubung kepada kami. (cr2)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu