Pentingnya Posyandu Ditingkatkan di Depok, Teladani Kebiasaan Rasulullah

In Politika
IST
MAJU: Caleg DPRD Kota Depok Dapil 1 (Pancoranmas) dari PKB, Sholahudin (kanan).

DEPOK – Caleg DPRD Kota Depok Dapil 1 (Pancoranmas) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sholahudin memandang posyandu menjadi sarana kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Untuk itu, perlu kepedulian dari semua pihan untuk meningkatkan fungsi dan kinerja dari posyandu.

“Upaya meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu menjadi kepedulian semua pihak, sehingga keberhasilan posyandu menjadi tanggung jawab bersama,” tutur Sholahudin kepada Radar Depok, Selasa (6/11).

Menurut caleg yang melekat dengan kata-kata santri, muda, cerdas, kreatif dan inovatif ini, kader adalah ujung tombak dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan di posyandu. Sehingga keberadaan kader menjadi penting dan strategis ketika pelayanan diberikan mendapat simpati dari masyarakat yang pada akhirnya akan memberikan implikasi positif terhadap kepedulian dan simpati masyarakat.

“Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sebagian dari iman, menggerakkan dan memberdayakan keluarga hidup bersih dan sehat merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha,” bebernya.

Sholahudin menjelaskan, posyandu adalah suatu bentuk upaya kesehatan bersumber daya dari, oleh dan untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Karenannya, guna memberdayakan dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar agar tercapai masyarakat yang sehat.

Lebih lanjut ia menjelaskan, semasa hidupnya, Rasulullah SAW jarang sakit. karena beliau mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Sebab, ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit, sehat dan jarang sakit. Diantaranya, pertama, selektif terhadap makanan, tidak ada makanan yang masuk ke mulut Rasulullah, kecuali makanan yang halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya.

“Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan saluran pencernaan. Rasul bersabda,” Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim),” jelas Sholahudin.

Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas).

Menurut Sholahudin, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Ketiga, makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang. Menurut Sholahudin, cara makan seperti ini akan menghindarkan seseorang dari tersedak ataupun tergigit. Makanan bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan lebih ringan. Dari segi medis, makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

Keempat, tidak meniup makanan atau minuman panas. Sholahudin mengungkapkan, dalam Hadits, Ibnu Abbas meriwayatkan “Bahwasanya Rasulullah SAW melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

“Secara teori ilmiah, hadits Rasulullah tersebut dapat dijelaskan bahwa apabila kita menghembuskan nafas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2), yang apabila bercampur dengan air (H2O), akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, sehingga menyebabkan minuman itu menjadi acidic (bersifat asam). Bila kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama akan dapat merusak kinerja ginjal serta dapat meningkatkan risiko serangan jantung,” tuturnya.

Kelima, Tidak makan atau minum sambil berdiri. Lanjut Sholahudin, dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau melarang seseorang untuk minum dengan berdiri. Qatadah bertanya kepada Anas, “Bagaimana kalau makan ?” Anas menjawab, “Kalau makan dengan berdiri itu lebih jelek dan lebih buruk.” (HR Muslim).

“Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum akan meluncur langsung menuju kandung kemih tanpa disaring terlebih dahulu oleh sistem dalam tubuh. Akibatnya akan terjadi pengendapan disaluran ureter. Endapan ini bila semakin dapat menyebabkan penyakit kristal ginjal atau batu ginjal,” ungkapnya.

Keenam, cepat tidur dan cepat bangun. Rasulullah biasa tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Kemudian beliau bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan.

Cara tidurnya pun penuh makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat.

“Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke liver, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung,” pungkasnya. (cky)

You may also read!

ICW Curiga Reivisi UU KPK, Karena 23 Anggota DPR Jadi Tersangka

Ketua DPR Setya Novanto harus mendekam di penjara karena kasus korupsi yang menjerat dirinya. Selain

Read More...

Jelang HUT ke-74, PMI Gelar Lomba Edukatif

APEL : Ketua Panitia HUT PMI ke-74, Eka Bachtiar saat memberikan sambutan dalam apel pagi

Read More...

Klinik Pasar Tugu Layani Kesehatan Pasien

CEK KESEHATAN : Petugas medis klinik Pasar Tugu, Widia sedang memeriksa kesehatan salah satu pasien

Read More...

Mobile Sliding Menu