Penderita HIV/AIDS di Depok Meningkat

In Metropolis
Ilustrasi HIV

DEPOK – Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami peningkatan di Kota Depok. Penyebab penyakit tersebut juga datang dari beragam penyebab. Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan, menurut informasi dari Dinas Kesehatan jumlah ODHA mencapai ratusan orang.

“Ada 340-an orang ya ini meningkat, karena tertular oleh penyakit ini. Selain itu, juga akibat ketidak disiplin si penderita juga. Untuk yang mengidap penyakit ini rata-rata berumur 30-an, tapi ada juga yang masih bayi,” kata Idris.

Idris mengimbau, kepada Dinas Kesehatan dan lembaga terkait untuk terus melakukan penyuluhan maupun sosialisasi mengenai HIV/AIDS tersebut. “Ya penyuluhan harus terus dilakukan, untuk mengantisipasi masalah HIV ini,” kata Idris.

Selanjutnya, Idris juga menjelaskan mengenai Peraturan Wali Kota (Perwali) mengenai perilaku menyimpang LGBT yang dikabarkan, akan segera dikeluarkan oleh pihaknya.

Idris menegaskan, pihaknya belum ada rencana untuk menetapkan aturan tersebut. “Belum ada (Perwali) saya belum ada rencana seperti itu jadi teman-teman jangan salah tangkap soal permasalahan ini,” pungkas Idris.

Namun, Idris tidak menampik kabar tersebut sempat dibahas ketika dirinya menghadiri rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Depok. Menurutnya, dalam kegiatan tersebut fraksi Gerindra sempat memberikan usulan mengenai perda anti LGBT.

“Saya sudah memberikan komentar, jangan dulu membicarakan usulan tersebut karena datanya belum lengkap,” paparnya.

Selain data yang belum akurat lanjut Idris, hal lain yang masih jadi pertimbangan atas wacana Perda itu adalah anggaran. “Perda itu kan pakai biaya. Terus saya komen waktu itu, mendingan pake perwal aja, eh disangkanya saya mau nyusun itu,” pungkas Idris.

Terpisah, permasalahan Narkoba, Psikotropika dan zat Adiktif lainnya (Napza), belakangan ini kian menjadi sorotan di Indonesia, salah satunya di Kota Depok. Kuldesak sebagai mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah khususnya Pemerintah Depok.

Koordinator Divisi Napza Kuldesak, Yudha Wahid mengatakan, Kuldesak mengapresiasi Pemkot Depok upaya dalam menangani permasalahan Napza dan HIV/AIDS. Terlihat, Pemkot Depok telah bekerja keras menangani dalam hal pencegahan, pengendalian maupun pengobatan khususnya bagi mereka yang telah terdampak langsung oleh permasalahan Napza.

“Begitu juga bidang kesehatan maupun terkait permasalahan bagi pengguna yang tersangkut permasalahan hukum,” ujar Yudha.

Yudha menjelaskan, penanganan Pemkot Depok dan instansi vertikal lainnya terlihat dari perbedaan penanganan antara penyalahguna dan pengedar, ataupun kategori barang bukti sebagaimana yang telah di atur dalam gramatur Undang-undang narkotika melalui SEMA No 4 Tahun 2014.

Yudha mengungkapkan, Kuldesak tengah menjalankan program paralegal yang sudah dilatih mengenai pemahaman hukum dan HAM untuk dapat memberikan asistensi kepada para tersangka kasus Napza dimulai saat kontak pertama pengguna dengan pihak kepolisian.

“Sebagai paralegal Kuldesak yang bekerjasama dengan lembaga bantuan hukum AMALBI guna mendampingi salah satu tersangka korban penyalahguna Narkoba, kami melihat hal tersebut.” kata Yudha.

Yudha menuturkan, hal itu dapat terlihat dari proses TAT (Tim asessmen terpadu) yang telah berjalan dari pihak terkait. Baik dari pihak kepolisian di wilayah Depok dalam mengajukan tersangka pengguna, atau dengan jumlah barang bukti untuk pemakai zat adiktif, guna dilakukan Asesmen dengan BNNK Depok. (rub)

 

You may also read!

artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...
cahaya souvenir

Owner Cahaya Souvenir, Sri Wulandari : Lewati Rintangan, Kini Punya Omset Hingga Rp170 Juta (3-Habis)

SUKSES : Owner Cahaya Souvenir, Sri Wulandari memperlihatkan souvenir buatannya, di tokonya Jalan Margonda Raya,

Read More...

Mobile Sliding Menu