Mendikbud: Guru Bekerja 8 Jam, Selama 5 Hari Seperti PNS

In Utama
GLORIA/JAWA POS
KONPERS: Mendikbud Muhadjir dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertekad untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul di sektor pendidikan. Salah satu masalah pelik yang dihadapi saat ini adalah terkait dengan guru.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, jika masalah guru tertangani dengan baik, maka sebagian besar urusan pendidikan tanah air akan selesai. Pasalnya, mereka adalah penentu utama dalam kesuksesan pendidikan.

“Sebenarnya kalau masalah guru ini tertangani dengan baik, maka 70 pergurusan pendidikan di Indonesia ini selesai. Yang kita butuhkan saat ini adalah guru yang kreatif, cerdas, inovatif, bekerja berdasarkan panggilan jiwa sehingga pikiran dan hatinya akan tergerak,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos (Radar Depok Grup), Jumat (16/11).

Dia menegaskan, beban kerja guru kini bukan lagi 24 jam tatap muka, melainkan 8 jam selama 5 hari kerja seperti pegawai negeri sipil (PNS) pada umumnya. Hal itu sudah diterapkan mulai 2018, secara bertahap sekolah menerapkan jam belajar demikian.

“Guru tetap masuk 8 jam dan tidak perlu menambah jam mengajar. Dengan begitu, saya berharap agar tidak ada lagi guru yang sudah mempunyai sertifikat tetapi tidak bisa mendapatkan tunjangan profesi karena tidak bisa memenuhi 24 jam tatap muka,” tegas dia.

Sementara kepada siswa, sekolah bisa menerapkan program reguler seperti pada umumnya atau boarding school. Begitu pula dengan sekolah yang ingin mengadakan pelajaran tambahan dan ektrakulikuler, sebaiknya tidak lagi melibatkan guru di luar ketentuan jam kerja tersebut.

“Untuk sekolah negeri tetap sekolah reguler dan kalau memang ada kebijakan untuk pelajaran tambahan, silakan melaksanakan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh sekolah sendiri maupun bekerja sama dengan penyelenggara pendidikan di luar sekolah,” paparnya. (yes/JPC)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu