Kenang Imam Riyanto Korban Lion Air JT 610 Asal Depok, 28 Oktober 2018 Cium Hangat Terakhir Kepada Rahayu

In Utama
RUBIAKTO/RADARDEPOK
TURUT BERDUKA: Tempat peristirakatan terakhir korban pesawat jatuh Lion Air dengen kode penerbangan JT 610, Imam Riyanto di Tempat Pemakaman Umum, Gandul.

Hati siapa yang tak hancur ketika ditinggal anak sulungnya untuk menghadap sang Khalik. Terlebih, jasadnya sempat menghilang selama delapan hari sebelum dimakamkan di TPU Gandul, Cinere, Selasa malam (6/11).
           
Laporan: Rubiakto, Depok

Suasana lengang nampak dikediaman Supangat dan Rahayu Adiningsih Kompleks BPK RT33/RW09 Kelurahan Gandul, Cinere pasca meninggalnya Imam Riyanto akibat kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Jam ditangan menunjukkan pukul 12:30 WIB kemarin.

Ibu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Karawang Jawa Barat, Imam Riyanto habis beres salat Zuhur. Mukena putih yang dikenakan masih pakainya. Sambil mengenang anak sulungnya. Perempuan berusia 63 tahu itu mengungkapkan, meski bertugas di Pangkal Pinang, Imam rutin mengunjungi rumah orang tua.

“Hampir setiap minggu Imam selalu pulang kesini, walau hanya untuk menengok orang tuanya,” kata Rahayu membasuh setitik air mata yang menetes.

Setiap pulang ke Depok, anaknya yang menjabat Kepala Sub Bagian SDM Cabang Pangkal Pinang ini. Selau mengunjungi sang ibu, karena sebagai anak sulung di keluarga, Imam memang selalu mencontohkan hal baik kepada adik-adiknya. “Setiap pulang dari Pangkal Pinang Imam selalu datang kerumah, dan menanyakan kabar kami orang tuanya,” kata Rahayu.

Seperti yang dilakukan Minggu (28/10), sebelum melakukan penerbangannya ke Pangkal Pinang. “Imam datang seperti biasa, dia langsung peluk dan cium pipi dan kening saya,” kenang Rahayu.

Dia menceritakan, saat itu Imam ingin pergi mengajak kedua anaknya Dzaki Muhammad Hafidz Riyanto (kelas 6 SD), dan Danira Riyanti (kelas 3 SD) datang, mengajak berenang. “Saat itu dia bersama keluarganya ingin berenang, tapi sayang itu menjadi ciuman terakhir putra sulung saya,” papar Rahayu.

Padahal sebelumnya, Imam sempat mengaku ingin pindah ke Jakarta, agar bisa lebih dekat dengan keluarga. Tapi belum sempat terealisasi, Imam Riyanto sudah lebih dulu meninggal. “Katanya dia sempat bercerita sama temannya ingin pindah tugas di Jakarta saja, karena bisa lebih dekat dengan keluarga. Tapi sayang keinginanya tersebut belum sempat terwujud,” papar ibu yang bernama lengkap Rahayu Adiningsih ini.

Berbagai kenangan suka dan duka selalu dikenang oleh sang adik. Terutama terakhir kali ketika terakhir kali bertemu, almarhum sempat meminjam sepeda miliknya dan bersepeda keliling rumah di Komplek BPK, Cinere Kota Depok.

“Terakhir itu waktu hari Minggu, tanggal 28 Oktober 2018 saya masih ketemu. Cuma ada yang sempat saya ingat dia pinjam sepeda lalu muter-muter komplek, ya sore itu saya dan dia juga ketemu teman-teman,” beber ibu anak tujuh itu.

Semasa hidup almarhum yang sudah 10 tahun mengabdi di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI. Jabatan terakhir sebagai Kepala Sub Bagian SDM Cabang Pangkal Pinang, dikenal sangat baik dan santun. “Dia kakak dan ayah yang baik, kepada anak – anaknya juga selalu mengajarkan agama dengan baik. Terkadang dia ingin pindah ke Jakarta saja, biar dekat dengan keluarga,” tandas Rahayu mengakhir kenangan almarhum Imam sebelum dipanggil sang Khalik.(*)

You may also read!

Kejari Depok Irit Bicara

DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok masih belum buka-bukaan, terkait pengembalian berkas rasuah Jalan Nangka, Tapos ke Polresta Depok.

Read More...

Zoss Ada 51 Titik di Depok

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, terus menambah keberadaan Zona Selamat Sekolah (Zoss). Hal itu dilakukan untuk memberikan

Read More...

RS Harapan Depok Tantang YLCC di Pengadilan

DEPOK – Sengketa sewa menyewa gedung antara YLCC dengan RS Harapan Depok, akhirnya akan berujung dimejahijaukan. Kemarin, RS Harapan

Read More...

Mobile Sliding Menu