Kartu Nikah Gantikan Buku Nikah

In Utama
KEMENAG
KARTU NIKAH: Bentuk kartu nikah yang rencannya akan menjadi pengganti dari buku nikah.

DEPOK – Kementerian Agama RI bakal menerbitkan kartu nikah sebagai pengganti buku nikah, yang bentuknya seukuran kartu ATM atau KTP.

Kartu nikah ini rencananya akan dibagikan pada akhir November 2018. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, H. Asnawi menyebutkan, rencana tersebut sudah disosialisasikan di Kemenag tingkat kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Tetapi, secara petunjuk teknisnya (Juknis) belum jelas seperti apa mekanismenya. “Akhir November 2018 ini diberlakukan,” ucap Asnawi kepada Radar Depok.

Meski begitu lanjut Asnawi, saat ini pasangan suami istri masih diberikan buku nikah. Sedangkan keunggulan dari kartu nikah adalah mudah dibawa kemana-mana sebagai penanda bahwa pasangan tersebut sudah menikah.

“Di kartu nikah, nantinya akan ada foto pasangan suami istri. Jadi kalau kemana-mana gak perlu repot bawa buku nikah,” tandas Asnawi.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Depok, Surya mengaku, belum mengetahui akan adanya kartu nikah. Sebab, masih memiliki buku nikah yang diberikan Kantor Urusan Agama (KUA). “Masih buku nikah, belum ada kartu nikah,” ucap Surya singkat.

Terpisah, Sebaran kartu nikah yang berbentuk seperti ATM akan terus diperluas oleh Kemenag. Targetnya 1 juta kartu dimiliki pengantin baru di Indonesia hingga akhir tahun ini.

Direktur Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag Moehsen mengatakan, selain pengantin baru, masyarakat yang sudah menikah juga bisa menyusul mendapatkan kartu yang didesain dengan ukuran sebesar ATM itu.

“Jadi mereka-mereka yang belum mendapatkan kartu nikah dan sudah nikah, dan datanya ada, itu bisa mendapatkan kartu nikah,” ujar Moehsen, beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga akan melihat sejauh mana efektivitas kartu nikah sebagai pengganti buku berwarna hijau dan merah itu. Bisa saja, di kemudian hari, buku nikah akan disetop karena sudah digantikan kartu.

“Pak Menteri (Menag Lukman Hakim Saifuddin) mengatakan ke depan kita hanya punya kartu nikah saja, tidak usah buku nikah, nanti kita lihat efektifitasnya sejauh mana,” kata dia.

Pada 2018 ini, pengantin dipastikan masih mendapat dua tanda bukti pernikahan, yakni buku dan kartu nikah. “Tahun ini belum (diganti kartu), masih seperti itu (dapat buku dan kartu),” tegas Moehsen.

Diketahui, sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan bahwa dengan adanya kartu nikah, pasangan suami istri tidak perlu repot-repot membawa buku ketika berpergian, terutama untuk menginap di suatu tempat yang mengharuskan membawa tanda bukti nikah. Kartu akan dibuat sebesar kartu ATM ataupun kartu tanda penduduk (KTP).

“Kita kedepan ingin tanda bukti seseorang telah nikah tidak lagi menunjukkan buku nikah yang besar, yang susah ditaruh saku dan dibawa bepergian. Kita akan ubah jadi kartu nikah seperti kartu ATM, KTP, dan umumnya yang bisa dibawa dalam saku,” kata dia saat meluncurkan aplikasi Simkah.

Peluncuran kartu nikah sejatinya sudah berjalan seiring dengan aplikasi Simkah yang kini sudah bisa diunduh melalui www.simkah.kemenag.go.id.

Simkah juga terkoneksi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kemendagri dan Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) Kemenkeu. (irw/yes/JPC)

You may also read!

850 Restoran di Depok Belum Bayar Pajak, Dewan: Perlu Pendekatan Persuasif

DEPOK – Guna mengetahui sebuah restoran belum membayar pajak, dan upaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor tersebut, pada 2019

Read More...

Pohon Natal Setinggi 15 Meter Sambut Pengunjung Mall

DEPOK – Memasuki libur panjang anak sekolah, Hari Natal (25/12), serta tahun baru, sejumlah pusat perbelanjaan dan hiburan di

Read More...

Pasokan Listrik Natal-Tahun Baru Aman

DEPOK – PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) memastikan akan menjaga pasokan listrik di Jawa Barat dan

Read More...

Mobile Sliding Menu