Hoax! Kartu Nikah 4 Istri

In Utama
IST/JPC
HOAX: Desain hoax kartu nikah beredar viral di media sosial.

JAKARTA – Dirilisnya kartu nikah yang merupakan hal baru bagi masyarakat membuat sekelompok orang memanfaatkannya untuk menyebar hoax. Di media sosial, tersebar foto desain kartu nikah dengan latar belakang kuning, dilengkapi dengan foto suami pada bagian kanan dan chip pada bagian kiri.

Kartu yang mencatut nama Kementerian Agama (Kemenag) itu didesain dengan tata letak horizontal. Bahkan, yang menjadi kontroversi, di bagian belakang kartu terdapat empat kotak yang disediakan untuk foto-foto istri dan tanggal pernikahan.

“Tidak benar. Itu hoax,” ujar Direktur Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag Moehsen saat dihubungi Jawa Pos (Radar Depok Grup), Jumat (16/11).

Dia  menjelaskan, desain kartu nikah yang menjadi pelengkap bukti pernikahan selain buku itu, berbentuk portrait atau vertikal dengan latar belakang hijau. Foto suami dan istri berdampingan di bagian depan kartu, dan dilengkapi dengan nama serta barcode.

“Yang benar ini,” kata dia sembari menampilkan foto kartu nikah yang sebenarnya.

Saat ini, kartu nikah sudah mulai didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia melalui KUA di provinsi terdekat. Misalnya DKI Jakarta dan daerah sekitar pulau jawa.

Pasangan yang baru menikah bulan ini bisa mendapatkan kartu tersebut. Hingga akhir 2018, Kemenag menargetkan sebanyak satu juta kartu terdistribusi.

“Sudah mulai bulan ini, insya Allah sampai dengan akhir November ini kita harapkan sudah bisa tersalurkan,” terang Moehsen.

Jumlah kartu yang didistribusikan ke daerah berbeda-beda. Moehsen menuturkan, hal tersebut tergantung jumlah peristiwa nikah yang terjadi di lokasi setiap tahunnya. Menurutnya, data pernikahan terus bergerak setiap hari.

“Saya kasih contoh saja, daerah yang paling jauh, misal di Aceh itu dapat 10 ribu, Sumatera Utara dapat 36 ribu, Jogja 15 ribu, Jawa Tengah 135ribu, Jakarta ada 150 ribu, Jawa Barat 150 ribu. Jumlah peristiwanya lah kira-kira,” sebutnya.

Sebagai informasi, kartu nikah merupakan inovasi Kemenag untuk memudahkan pasangan suami-istri. Sebab, berbeda dari buku nikah, kartu tersebut akan dibuat seukuran kartu ATM ataupun kartu tanda penduduk (KTP).

Peluncuran kartu nikah sejatinya sudah berjalan seiring dengan aplikasi Simkah yang kini sudah bisa diunduh melalui www.simkah.kemenag.go.id. Simkah terkoneksi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri dan Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) Kementerian Keuangan.

Bukan hanya pengantin baru, pasangan suami istri (pasutri) yang sudah lama menikah juga akan mendapatkan kartu nikah dari Kemenag. Mereka yang datanya secara jelas tercantum di KUA ditargetkan bisa memiliki kartu nikah akhir 2018.

“Kemarin itu kan sudah diluncurkan. Pengirimannya mulai efektif bulan ini. Akhir tahun ini sudah bisa dapat yang sudah menikah,” ujar Moehsen.

Namun demikian, dia menjelaskan bahwa kehadiran kartu tersebut adalah untuk melengkapi kepemilikan buku nikah. Artinya, buku nikah akan tetap dikeluarkan bagi para calon pengantin yang akan menikah.

“Kehadiran kartu nikah ini melengkapi saja. Bahwa kami punya dokumen. Yang satunya dokumen namanya buku nikah, yang satu lagi kartu nikah. Ini sama-sama memiliki fungsi mempermudah. Tapi yang satu ini (kartu) berbasis online,” terang dia. (yes/JPC)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu