Gawat, Bonus Pejuang Peparda Ditunda

In Depok Sport
IMMAWAN/RADAR DEPOK
DEPOK UNGGUL: Ketua NPCI Kota Depok, Asep Widijaya dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama perwakilan atlet Kotingen Kota Depok pada upaca penutupan Peparda Jawa Barat V/2018 di Stadion Mini Persikabo, Cibinong.

DEPOK – Pasca berakhirnya Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat V, Selasa (13/11). Para atlet peraih medali mulai menanti datangnya uang kadeudeuh atau bonus Peparda, yang menjadi hak mereka.

Namun sayang, akibat kesalahan penulisan nama NPCI dalam penyusunan APBD Kota Depok tahun 2018. Para atlet disabiltas ini, terpaksa menunggu pencairan anggaran dari APBD 2019.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Depok, Asep Widijaya menjelaskan, seharusnya mereka menerima anggaran pembinaan dari Pemkot Depok sekitar Mei atau Juni 2018.

“Tapi karena ada kesalahan penulisan nama yang seharusnya paralympic menjadi parapympic, anggaran untuk NPCI dari APBD 2018 tidak bisa dicairkan,” ujar Asep kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurut Asep, bonus sebagai apresiasi atas kerja keras para atlet, sangatlah penting demi menjaga mereka tidak berpaling membela daerah lain.

“Program pembinaan yang kami buat akan bertindak sebagai pengikat mereka. Dan bonus berperan menjaga komitmen dan semangat juang mereka untuk membela Kota Depok,” tegas Asep.

Hal tersebut dibenarkan oleh Puji Sumartono, petenis kursi roda yang berhasil memborong empat medali emas untuk Depok dari ajang Peparda 2018.

Menurut Puji, uang kadeudeuh sangatlah penting dalam menjaga semangat juang para atlet disabilitas.

”Uang kadeudeuh yang diberikan kepada atlet atas jerih payah dan prestasinya, akan sangat membantu si atlet disabilitas dan keluarganya,” seru Puji.

Puji menambahkan, besaran bonus yang wajar diterima para atlet Peparda 2018 adalah Rp60 juta untuk peraih medali emas, Rp30 juta untuk medali perak dan Rp15 juta untuk perunggu.

”Penyetaraan bonus antara atlet Porda dan Peparda sangatla bagus. Tapi, cukup manusiawi juga kalau bonus lebih besar diterima oleh atlet Peparda. Karena meskipun dengan keterbatasannya, mereka tetap dapat mengharumkan nama Kota Depok,” kata Puji.

Puji berharap, Pemkot Depok dan NPCI Kota Depok dapat memberikan apresiasi yang pantas atas jerih payah dan kerja keras yang mereka persembahkan. Tidak hanya nominal yang pantas, juga waktu pencairan wajar.

”Karena kami tidak kenal menunda-nunda waktu ketika mengharumkan nama Kota Depok di event apapun,” pungkasnya.(mg2)

You may also read!

850 Restoran di Depok Belum Bayar Pajak, Dewan: Perlu Pendekatan Persuasif

DEPOK – Guna mengetahui sebuah restoran belum membayar pajak, dan upaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor tersebut, pada 2019

Read More...

Pohon Natal Setinggi 15 Meter Sambut Pengunjung Mall

DEPOK – Memasuki libur panjang anak sekolah, Hari Natal (25/12), serta tahun baru, sejumlah pusat perbelanjaan dan hiburan di

Read More...

Pasokan Listrik Natal-Tahun Baru Aman

DEPOK – PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) memastikan akan menjaga pasokan listrik di Jawa Barat dan

Read More...

Mobile Sliding Menu