Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
HARGA NAIK : Pedagan saat melayani pembeli di kios beras Pasar Agung, Jalan Proklamasi, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (13/11). Harga beras medium mengalami kenaikan Rp200 diduga karena faktor cuaca yang menyebabkan pedagang harus menaikan harga jual di pasar.

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar, kenaikan sangat berdampak pada pengeluaran ibu rumah tangga saat belanja untuk kehidupan sehari-hari, kemarin.

Warga Kecamatan Sukmajaya, Damayanti misalnya. Dia mengaku,  keberatan dengan kenaikan harga beras. “Sudah hampir seminggu beras naik, sayakan kalau beli banyak untuk sekitar sebulanan, jadi kalau naik terasa,” kata Yanti kepada Harian Radar Depok di Pasar Agung kemarin.

Hal tersebut diamini Rudi, salah satu pedagang beras di Pasar Agung. Menurutnya, kenaikan harga sudah terjadi semenjak seminggu kebelakang. Sedangkan kenaikan harga berkisar sekitar Rp 200 per liter.

“Beras Medium rata-rata yang naik, dari yang sebelumnya Rp 8.800 menjadi Rp 9.000 per liter, yang biasanya Rp 9.500 menjadi 9.800 per liter,” beber Rudi.

Alasannya karena di lahan pertanian yang menjadi produsen beras di Kota Depok, mengalami cuaca buruk. “Cuaca buruk, dan itu sangat mempengaruhi hasil panen dan distribusi beras di Kota Depok,” terang Rudi.

Begitu pula yang terjadi di Pasar Pucung. Salah satu pedagang beras di Pasar Pucung, Fery mengatakan, harga beras di Pasar Pucung juga mengalami kenaikan. “Kenaikannya berfariatif, tapi rata-rata sekitar Rp 200 per liter,” kata Fery.

Sementara itu, Harga beras medium saat ini melonjak naik menembus diangka Rp1.100 perkilogram di daerah DKI Jakarta. Tapi, kenaikan itu tidak di Kota Depok, perliter Rp9.000.

Menimpali hal ini, Kepala Disdagin Depok, Kania Purwanti mengatakan, harga beras medium di pasar tradisional di Depok masih standar tidak ada kenaikan. “Saya cek di Pasar Cisalak dan Agung tidak ada kenaikan harga beras jenis medium,” kata Kania, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Harga beras medium berdasarkan pantauan rata-rata masih standar di Rp9.000 perliter. Selain itu juga jelas dia, Disdagin selalu mematokan harga beras di Portal Priangan bahwa harga beras di Depok tidak tertinggi di Jawa Barat. “Pantauan standar kita se-Jawa Barat dan nasional,” ucap Kania.(irw/rub)

You may also read!

850 Restoran di Depok Belum Bayar Pajak, Dewan: Perlu Pendekatan Persuasif

DEPOK – Guna mengetahui sebuah restoran belum membayar pajak, dan upaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor tersebut, pada 2019

Read More...

Pohon Natal Setinggi 15 Meter Sambut Pengunjung Mall

DEPOK – Memasuki libur panjang anak sekolah, Hari Natal (25/12), serta tahun baru, sejumlah pusat perbelanjaan dan hiburan di

Read More...

Pasokan Listrik Natal-Tahun Baru Aman

DEPOK – PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) memastikan akan menjaga pasokan listrik di Jawa Barat dan

Read More...

Mobile Sliding Menu