Bupati Pakpak Barat Terima Suap Rp550 Juta

In Utama
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda saat tiba di gedung di KPK. Kader Demokrat itu diduga terima suap Rp 550 juta. (Fredrik/Jawa pos.com)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu telah menerima uang sebesar Rp 550 juta terkait penerimaan suap proyek pekerjaan umum di Kabupaten Pakpak Barat. Sedikitnya, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) kali ini.

“Total RYB diduga menerima sebesar Rp 550 juta dari para perantara yang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (18/11).

Agus menjelaskan, Remigo menerima uang suap tersebut dalam tiga tahap, pertama pada 16 November 2018 sebesar Rp 150 juta, kedua pada 17 November 2018 senilai Rp 210 juta dan ketiga pada hari yang sama sebesar Rp 150 juta.

“Uang itu diterima dari masing-masing

para perantara dan orang dekatnya yang bertugas untuk mengumpulkan dana,” ujar Agus.

Agus menduga uang tersebut digunakan Remigo untuk keperluan pribadi termasuk untuk mengamankan kasus yang melibatkan istrinya yang sedang ditangani penegak hukum Medan.

“Kami masih mengembangkan perkara ini kepada para pihak terkait yang juga dapat diminta pertanggungjawaban,” pungkasnya.

Dalam OTT tersebut, KPK sedikitnya mengamankan enam orang tersangka dari unsur kepala daerah, PNS dan swasta. Operasi senyap itu dilakukan di tiga lokasi yakni, Jakarta, Medan dan Bekasi.

Pada operasi senyap itu, KPK menetapkan
tiga orang sebagai tersangka yakni, Bupati Pakpak Barat Remigo Yolanda Berutu,
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Dovid Andersor Karosekali dan unsur swasta Hendriko Sembiring.

Namun tiga orang lainnya yakni, Jufri Mark Bonardo Simanjuntak selaku ajudan Bupati Pakpak Bharat, Syekhani selaku pegawai honorer pada Dinas PU Kabupaten Pakpak Bharat dan dari unsur swasta Reza Pahleva statusnya masih sebagai saksi. (rdw/JPC)

 

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu