Antisipasi Permainan Keras

In Depok Sport, Utama
Drs. Supartono, M.Pd, Pengamat Sepakbola Nasional

Oleh: Supartono JW

(Pengamat Sepakbola Nasional, Tinggal di Kota Depok)

Kemenangan sebuah tim sepakbola sejatinya dapat diprediksi sebelum laga di mulai dengan hitungan matematis. Dapat diukur dari catatan ranking di FIFA, sejarah pertemuan, catatan prestasi tim, catatan pemain bintang, dan lain yang bersifat teknis. Itu sebabnya, ketika dalam laga awal, hampir seluruh publik sepakbola nasional, media nasional, hingga publik sepakbola Asia Tenggara khususnya dan publik sepakbola dunia umumnya terhenyak ketika Timnas Indonesia dipecundangi oleh Singapura.

Semua persyaratan teknis, secara matematis, condong menguntungkan kubu Timnas untuk memenangi laga. Namun, fakta non teknis seperti personaliti individu pemain, emosi pemain, overconfidence pemain, intelgensi pemain, hingga rancangan strategi dan kreativitas pelatih dalam meracik tim, ternyata sangat berperan besar sumbangsihnya dalam mengantar Timnas kalah.

Bila kita mendengar atau menonton laga Thailand versus Timor Leste, yang dimenangi Thailand dengan 7 gol tanpa balas, maka tidak ada yang salah dalam hitungan matematis untuk tim Thailand baik dari segi teknis maupun non teknis. Jelas, secara teknis dan non teknis tim Thailand unggul jauh dari Timor Leste yang memiliki catatan segudang prestasi.

Secara individu maupun tim, pemain Thailand memiliki standar di atas rata-rata mengenai kemampuan teknis dan non teknis yang terangkum dalam empat kata, yaitu intelegensi, personaliti, teknik, dan speednya.

Antara teknis dan permainan keras

Atas kesalahan-kesalahan non teknis yang diperbuat para pemain kita saat meladeni Singapura yang berujung kekalahan, maka bukan perkara mudah pula saat Timnas menghadapi Timur Leste yang jelas akan memainkan sandiwara non teknis di lapangan saat jumpa pasukan Garuda, demi mengamankan gawannya dari kebobolan. Tentu segala daya upaya akan dilakukan oleh pemain-pemain Timur Leste yang secara sejarah juga memiliki peristiwa karena sebelumnya Timur Leste yang dulunya Timor-Timur adalah bagian dari NKRI.

Sudah barang tentu, Timor Leste akan memeragakan permainan keras demi terhindar dari kekalahan. Terlebih, komposisi pemain yang turun dalam Piala AFF kali ini, adalah berisi mayoritas pemain-pemain jebolan tim SEA Games 2017. Tim inilah yang saat berhadapan dengan Indonesia pada laga ketiga Grup B SEA Games 2017 di Stadion Selayang Municipal Council, Malaysia, Minggu (20/8/2017) bermain sangat keras. Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Indonesia itu, para pemain Timor Leste memeragakan permainan sangat keras dan  sangat terkesan memancing emosi Timnas demi terhindar dari kekalahan.

Belajar dari laga perdana, korban dari permainan non teknis Singapura, I Putu Gede yang lemah personaliti, berhasil diperdaya dengan ganjaran kartu merah karena tidak dapat mengendalikan emosi dengan melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Singapura. Dari pengalaman yang ada, maka sudah dapat diprediksi bahwa para pemain Timur Leste tentu akan memainkan permainan sepakbola yang tidak enak ditonton, karena akan cenderung bermain keras.

Peranan sang pengadilpun akan kembali diuji dalam laga nanti. Sebab, dalam laga melawan Singapura, ternyata sang pengadil tidak memberikan hadiah pinalti kepada Indonesia, saat Rico dijatuhkan di kotak pinalti, karena wasitnya orang Vietnam. Seperti publik sepakbola nasional ketahui, sebelum laga Singapura vs Indonesia, bahkan media Vietnam sempat menyindir tentang sepakbola gajah Indonesia karena Vietnam juga tim yang tidak pernah mau kalah dari Indonesia dengan berbagai cara bermainnya.

Kendalikan emosi

Dengan sepenggal pengetahuan tentang kondisi teknis dan non teknis calon lawan Timnas Indonesia, yaitu Timor Leste sebagai lawan pada matchday kedua, yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa 13 November 2018, pukul 19.00 WIB, maka diharapkan Bima Sakti dapat memperbaiki peruntungan meraih trofi perdana Piala AFF edisi ke-12 dengan kata minimal menuai hasil menang.

Bahkan, menghadapi Tomor Leste, pasukan Bima Sakti ini bukan hanya bertajuk wajib menang. Namun, kemenangan harus lebih dari 7 gol. Dengan kehilangan poin di laga awal dan kebobolan 1 gol tanpa ada gol memasukkan, demi mengimbangi tim lain, khususnya Thailand  yang telah melesakkan 7 gol ke gawang Timor Leste, menjadikan penggawa Garuda wajib mendulang kemenangan plus gol sebanyak-banyaknya demi mengamankan lolos dari fase grup.

Pengalaman pahit kalah dari Singapura karena sumber malapetekanya berawal dari kepercayaan diri yang sangat berlebih, hingga berimbas ke seluruh sektor kecerdasan bermain, jangan sampai terulang saat berjumpa Timor Leste. Jangan berpikir dan beranggapan bahwa Timor Leste akan semudah dikalahkan dengan banyak gol seperti saat disingkirkan Thailand.

Kesempatan Garuda bermain di kandang sendiri, dan tentu akan didukung ribuan suporter yang memerahkan SUGBK, harus dijadikan momentum Bima dan pasukannya memanfaakan kondisi ini. Memberikan kepercayaan kepada publik bahwa Bima dan rekan masih dapat dipercaya mengampu Timnas, karena dapat menyingkirkan Timor Leste dengan kemenangan lebih dari 7 gol.

Ayo Penggawa Garuda, tetap percaya diri mampu singkirkan Timor Leste dengan banyak gol, namun bukan overconfidence seperti saat jumpa Singapura, maka poin penuh di genggam, golpun banyak diciptakan. Bermain cerdas, penuh kreasi, cepat, tak egois, tak individualistis.

Ingat, Timor Leste tentu akan memeragakan permainan keras. Bagaimana cara mengantisipasinya? Tentu Penggawa Garuda sudah belajar dari pengalaman sebelumnya. Terpenting, jangan jatuh pada lubang yang sama, kalah dan mudah terpancing emosi, sehingga tidak muncul daya kreasi dan inovasi untuk memenangi permainan dengan banyak gol. (gun)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu