Anggaran Tanggap Bencana Rp15 Miliar, Gubernur: Jabar Siaga Satu

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENINJAU LONGSORAN: Walikota Depok, Mohammad Idris didampingi Kepala Dinas PUPR, Manto saat meninjau lokasi longsoran yang tengah diperbaiki tim Satgas Banjir di kawasan Ratu Jaya, Cipayung, kemarin (12/11).

DEPOK – Bencana alam longsor dan banjir mulai terjadi di sejumlah wilayah di Kota Depok. Guna mengantisipasi hal tersebut meluas, Pemkot Depok telah melakukan perencanaan dan penanganan bencana. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran dari APBD hingga Biaya Tidak Terduga (BTT).

Walikota Depok, Mohammad Idris menyebutkan, diperkirakan anggaran tanggap bencana ini besarannya miliaran masuk di BTT. Namun, anggaran BTT pada 2018 sudah habis.

“Jumlah persisnya tidak tahu berapa. Sudah selesai atau habis, tapi akan ditambah pengajuan APBD 2019 yang akan diserahkan bulan ini. Syukur-syukur Desember 2018 atau Januari 2019 keluar,” ungkap Idris kepada Radar Depok, saat ditemui di RSUD Depok, kemarin (12/11).

Idris melanjutkan, anggaran BTT saat ini sedang dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Depok. Idris menilai, longsor yang kerap terjadi belakangan ini karena banyak bangunan yang berdiri di area Garis Sepadan Sungai (GSS).

“Itu kan potensi longsornya besar, bisa terjadi kapan saja. Karena ada tekanan beban bangunan disertai pergeseran tanah. Jadi di dalam Perda sudah melanggar GSS. Kami akan perketat perizinan di area GSS,” tegas Idris.

Terkait hal ini, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo meminta Pemkot Depok kedepannya agar lebih memaksimalkan lagi langkah antisipasi bencana. DPRD Depok lanjut Hendrik, telah menambahkan anggaran BTT untuk tanggap bencana dari semula Rp2,5 miliar, menjadi Rp15 miliar di APBD 2019.

“Antisipasi banjir dan longsor ke depannya harus maksimal. Harus ada pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur,” terang Hendrik kepada Radar Depok, kemarin (12/11).

Pria yang akrab disapa HTA ini mengungkapkan, anggaran tersebut sudah bisa digunakan di Januari 2019. Karena nunggu Paripurna persetujuan APBD 2019, dan saat ini masih menggunakan anggaran yang ada di ABT 2018.

Sementara itu, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) memberi bantuan 200 bronjong kepada Pemkot Depok guna mengantisipasi terjadinya longsor di wilayah Depok.

“Tadi saya sudah dapat gambaran dari Kabid SDA dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, nanti ada bantuan bronjong dari BBWSCC sebanyak 200 beronjong,” kata Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna kepada Radar Depok.

Meski tak menyebut di mana saja lokasi bronjong nantinya dibuat, Pradi menuturkan wilayah-wilayah yang menjadi perlintasan sungai merupakan wilayah rawan longsor. Mengingat musim hujan dibarengi meningkatnya curah hujan, debit air, dan banjir yang sampai sekarang jumlah data titik rawan banjir belum dimiliki Pemkot Depok.

“Enggak bisa dipungkiri wilayah-wilayah yang menjadi perlintasan sungai ini kita waspadai. Resiko untuk longsor itu bisa kapan saja terjadi. karena memang ini sudah bulan-bulannya, curah hujan tinggi, debit air tinggi,” ujarnya.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Citra mengatakan, ada 12 longsor yang terjadi sejak akhir bulan Oktober sampai sekarang. Dari jumlah itu, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari dan Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung mendominasi longsor yang terjadi.

“Dari akhir bulan Oktober sampai sekarang sampai sekarang ada 12 longsor yang terjadi. Kebanyakan di Kelurahan Pondok Petir dan Kelurahan Pondok Jaya,” kata Citra.

Meski tak merinci di mana saja longsor, Citra menuturkan tak ada korban jiwa, sedangkan longsor terbesar terjadi sepanjang pekan kemarin. Perihal penanganan, selain Tim Satgas Banjir, penanganan longsor juga dibantu satuan Brimob dan TNI seperti yang terjadi di Jalan Kramat Benda, RT 03/RW 01 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok.

“Longsor yang paling besar minggu ini, apalagi hari Sabtu dan Minggu kemarin. Untuk penanganan longsor Alhamdulilah kita dapat bantuan dari Brimob dan TNI,” ujarnya.

Meski upaya pencegahan banjir telah dilakukan DPUPR Kota Depok pada musim kemarau. Banjir dan longsor tetap terjadi di Kota Depok di titik langganan banjir seperti wilayah pinggir Kali Pesanggrahan Kelurahan Pasir Putih, Sawangan dan Taman Duta, Kecamatan Cimanggis.

Terkait Jalan Mangonda dan Jalan Arif Rahman Hakim yang kerap banjir jika hujan besar. Citra menjelaskan akibat banjir itu  karena sampah di saluran drainase. “Upaya awal penanganan sudah dibersihkan sampah. Itu pusat-pusat kota karena sampah,” ucapnya.

Satgas Banjir untuk penanganan awal terjadi banjir dan longsor siaga 24 jam dan sudah menyediakan posko siaga. “Kami mempersilakan bagi warga yang butuh bantuan. Kami siap 24 jam tinggal menghubungi 082311835135,” ungkapnya.

Terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status bencana siaga satu menyusul beberapa wilayah di Jabar yang mengalami bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, status tersebut merupakan imbauan kewaspadaan kepada warganya karena telah memasuki musim hujan dan terjadinya bencana di beberapa wilayah.

“Saya sudah sampaikan sekarang kami sedang siaga satu,” kata Ridwan Kamil, Senin (12/11).

Hal itu, karena bencana hidrologis. Secara sejarah, 60 persen bencana hidrologis Indonesia ada di wilayah Jabar. Sehingga ada atau tidak adanya manusia sebagai penyebabnya, bencana itu akan terjadi. “Rutinitas, di zaman baheula (dulu) sampai sekarang ada (bencana) yakni air meluap, longsor karena hujan dan lain lain,” tuturnya.

Kang Emil sapaan Ridwan Kamil mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada baik di wilayah maupun dalam perjalanan di musim hujan. Pemerintah pun sudah berupaya untuk membantu dan memberikan solusi secara bertahap. “Mudah-mudahan respon dari pemerintah ditambah kewaspadaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi masalah ini,” ungkap Kang Emil. (irw/cky/jpc/gun)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu