400 KK di Kecamatan Cipayung, Depok Terancam Kebanjiran

In Satelit Depok, Wilayah Depok
ARNET/RADAR DEPOK
HANCUR: Gorong-gorong di lingkungan RT04/10, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, hancur setelah diterjang longsor. (Inset) banjir melanda Cluster Ruby Perumahan Regency.

DEPOK – Banjir mengancam 400 Kepala Keluarga (KK) di Cluster Ruby, Perumahan Permata Depok Regency, RT04/10, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung.

Gorong-gorong saluran pembuangan air mengalami longsor sepanjang 3 meter dengan ketinggian kurang lebih 3,5 meter. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi banjir setinggi lutut orang dewasa tidak dapat terhindarkan akibat drainase tertutup tanah longsor. Terlebih gorong-gorong ikut amblas bersama longsor.

Romdoni, warga Cluster Ruby yang kediamannya tepat di depan titik longsor mengatakan, ada dua pembuangan saluran yang menuju ke kali, tapi sekarang sudah tidak berfungsi.

            “Drainase pertama sudah longsor dari sekitar tahun 2015, sekarang tinggal satu ini yang di depan rumah saya, tapi sekarang sudah longsor juga jadi tidak ada lagi saluran yang membuang air ke kali,” katanya kepada Radar Depok di lokasi.

Romdoni khawatir jika longsor kembali terjadi, mengingat akhir-akhir ini hujan terus turun dengan curah tinggi, rumahnnya yang berada tepat di atas jalur gorong-gorong drainase yang longsor akan kebanjiran.

“Jalanan depan rumah saya sudah amblas, kalau hujan terus longsor bisa memanjang ke arah rumah saya,” katanya.

Empat dari enam RT yang mendiami cluster ini sudah menjadi langganan banjir. Terlebih di RT04 penyebabnya dari gorong-gorong drainase yang sudah tertutup dari tahun 2015. Namun semenjak drainase yang satu lagi longsor, kini banjir sudah menyeluruh sampai ke empat RT.

“Kami, warga berharap, tolong diperhatikan dan tindakan perbaikan soalnya mengancam rumah saya sama sama warga sini. Gorong-gorong di bawah sudah tidak mampu menahan jadi tinggal hitung waktu saja gorong gorong berikutnya hancur, rumah saya sama tetangga bisa runtuh karena tidak ada penahannya,” Romdoni khawatir.

Warga sudah mengajukan perbaikan sekitar tahun 2016 terkait drainase yang sudah tertutup beberapa tahun silam. Namun belum ada eksekusi dari dinas terkait. “Padahal pengukuran dan pengecekan lokasi sudah dilakukan tapi belum ada realisasinya sampai drainase satunya lagi ikut tertutup karena longsor. Sekarang air tidak dapat mengalir dengan baik ke pembuangan ke kali,” katanya.

Terpisah, Ketua LPM Ratujaya, Hidayat Al Ramdani mengatakan, untuk menanggulanginya saluran pertama yang sudah tertimbun diperbaiki terlebih dahulu, agar ada jalan air untuk keluar jadi tidak tersendat.

“Sudah masuk anggaran tapi lupa anggaran tahun ini apa tahun depan. Tapi tinggal tunggu pelaksanaannya saja dari Dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air,” tutur Dayat saat dikonfirmasi.

Dayat menyayangkan sebelum ada perbaikan pada saluran pembuangan pertama, saluran pembuangan air kedua sudah ikut hancur.

“Apalagi buis beton sudah tidak sanggup menahan beban jadi kondisinya sekarang ini ambruk,” kata Dayat. (cr2)

You may also read!

PKB Bentuk Poros Empat

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Menghadapi Pilkada Kota Depok banyak partai yang ingin menunjukkan eksistensinya, dan menunjuk calon sendiri. DPC PKB Kota Depok

Read More...

Disdik Jabar Evaluasi PPDB

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Semrawutnya pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Depok, jadi sorotan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa

Read More...

Elly Farida Harapkan Boponter Juara

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter) yang masuk tiga besar dalam Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan Tingkat

Read More...

Mobile Sliding Menu