127 Pohon Mati Kekeringan Di Taman Sukamaju, Kota Depok

In Metropolis
RUBIAKTO/ Radar Depok
MENGERING: Pohon yang mati di Taman Sukamaju, akan segera diganti, diharapkan masyarakat mau sama-sama merawat taman yang baru selesai di bangun itu.

DEPOK – Banyak yang mati, tanaman yang ada di taman Sukamaju, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, akan diganti Sabtu (10/11). Pasalnya, terdapat 127 pohon yang mati di taman tersebut, dengan berbagai jenis.

Menurut kontraktor yang mengerjakan taman tersebut, Dicky mengatakan pihaknya mengaku masih memiliki waktu pemeliharaan taman hingga Desember mendatang, dan perawatan hingga Juli 2019.

Sehingga pihaknya mengaku masih memiliki kewajiban untuk mengganti tanaman yang mati. “Saya akan ganti karena masih dalam masa pemeliharaan,” kata Dicky kepada Radar Depok.

Dia menjelaskan, di taman Sukamaju yang baru selesai dibangun ada 127 pohon yang mati, dan 245 meter persegi rumput yang mati. “Ada 127 pohon yang mati, antara lain 3 pohon ketapang kencana, 100 pohon airis, 20 pohon pisang katalea 4 pohon pucung merah, dan 245 meter persegi rumpit gajah mini,” kata Dicky.

Menurutnya, dia akan menggati tanaman tersebut Sabtu (10/11) karena ada beberapa jenis pohon yang harus dipesan dari luar kota. “Ada beberapa poihon yang kami pesan dari kawasan Puncak Kabupaten Bogor, dan baru bisa diantar besok (hari ini, red),” tukas Dicky.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya taman Sukamaju, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, kondisinya dibiarkan begitu saja, bahkan pohon yang baru ditanam pun ikut mati.

Salah satu warga, Dwi Surya mengatakan, dirinya setiap sore mengaku sering jalan-jalan di taman, karena menurutnya dengan keberadaan taman dapat menjadi tempat bersosialisasi bagi masyarakat.

“Saya sering jalan-jalan ajak anak ke taman, selain murah juga menyenangkan, sebagai ajang bersosialisasi dengan tetangga,” kata Dwi.

Namun, dirinya menyayangkan dengan kondisi taman Sukamaju. Menurutnya taman tersebut seperti tidak terawat, berdasarkan pantauan Radar Depok, rumput di taman tersebut banyak yang mengering. “Tanaman yang baru ditanam juga banyak yang mati, seperti tidak diurus,” katanya.

Dia menyayangkan hal tersebut pasalnya kondisi demikian sangat menggangu kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan taman. “Kota Depok kan kota permukiman, seharusnya dengan banyaknya taman, perawatan nya juga diperhatikan, karena akan berdampak pada hubungan masyarakat,” kata Dwi.

Ia berharap dinas terkait mau turun kelapangan untuk merawat tanaman yang mati, bahkan menjaga aset taman yang rusak. “Setahu saya kan ada dinas nya yang mengurus masalah taman, tapi kok seperti ngga ada ya,” tukasnya. (rub)

You may also read!

Kejari Depok Irit Bicara

DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok masih belum buka-bukaan, terkait pengembalian berkas rasuah Jalan Nangka, Tapos ke Polresta Depok.

Read More...

Zoss Ada 51 Titik di Depok

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, terus menambah keberadaan Zona Selamat Sekolah (Zoss). Hal itu dilakukan untuk memberikan

Read More...

RS Harapan Depok Tantang YLCC di Pengadilan

DEPOK – Sengketa sewa menyewa gedung antara YLCC dengan RS Harapan Depok, akhirnya akan berujung dimejahijaukan. Kemarin, RS Harapan

Read More...

Mobile Sliding Menu