Warga Desa Omu Perbaiki Rumah Rusak

In Utama
DICKY AGUNG PRIHANTO/RADAR DEPOK
MULAI DIPERBAIKI: Warga di Dusun Tiga Desa Omu Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi mulai memperbaiki rumah yang hancur akibat gempa, kemarin (17/10).

GUMBASA – Gempa bumi yang menggoyang wilayah Kabupaten Sigi, memberikan dampak berat kepada masyarakat, salah satunya Dusun Tiga, Desa Omu, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Di desa yang berada di punggung gunung tersebut, 147 rumah warga rusak, sehingga harus mengungsi di halaman terbuka maupun depan rumah warga.

Dengan jalan yang sedikit pincang akibat kaki terkena paku, Ketua Dusun Tiga Desa Omu, Jhon Lock mengatakan, akibat gempa bumi di wilayahnya khususnya di Jalan Poros Palu-Kulawi, banyak rumah warga dusunnya rusak berat. Hal itu dikarenakan getaran gempa sangat keras, berbeda dengan gempa pada kejadian sebelumnya.

“Sebanyak 147 rumah warga Dusun Tiga Desa Omu mengalami kerusakan,” ujar Jhon kepada Radar Depok, kemarin (17/10).

Jhon menjelaskan, 147 kerusakan rumah warga tersebut terdiri dari 72 bangunan rumah rusak berat, 39 bangunan rumah rusak sedang, dan 36 bangunan rumah rusak ringan. Akibatnya, warga yang rumahnya mengalami kerusakan harus mendirikan tenda dilokasi yang terbilang aman, seperti lapangan terbuka maupun halaman rumah warga yang tidak mengalami kerusakan parah.

Selain itu, lanjut Jhon akibat gempa aliran listrik di dusun tiga belum normal. Parahnya lagi, hampir 90 persen rumah warga mengalami kerusakan, sehingga perlu bantuan PLN. Akibatnya, kebutuhan masyarakat yang menggunakan listrik, seperti air sumur untuk minum masih menumpang di rumah warga yang tidak mengalami kerusakan. Untuk keperluan air seperti mencuci dan mandi, warga menggunakan aliran air sungai yang melintas tidak jauh dari dusun tiga Desa Omu. “Mau bagaimana lagi kami harus bertahan hingga listrik kembali normal,” terang Jhon.

Jhon menambahkan, warga sangat menyayangkan akibat gempa bangunan sekolah mengalami kerusakan. Di antaranya taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Dampaknya banyak anak di dua jenjang sekolah itu harus terhenti sementara.

Melihat hal tersebut, pihaknya berencana mendirikan sekolah darurat, namun keinginan tersebut belum mendapatkan respon dari pemerintah setempat maupun sekolah.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Omu, Martinus menuturkan, sejak rumahnya mengalami kerusakan, dia bersama keluarganya harus mengungsi ke halaman depan rumah untuk mendirikan tenda darurat. Hal itu dikarenakan rumahnya tidak dapat ditinggali dikarenakan mengalami kerusakan.

“Saya masih takut untuk tidur di dalam rumah karena masih terasa gempa walau hanya sebentar,” ucap Martinus.

Martinus menuturkan, akibat gempa bumi banyak harta bendanya rusak. Selain itu, dia masih membutuhkan bantuan kebutuhan pokok. Untuk membeli kebutuhan pokok Martinus tidak memiliki cukup uang, lantaran kondisi di kampungnya masih memprihatinkan. Dia berharap pemerintah maupun organisasi sosial lainnya dapat memberikan bantuan kebutuhan pokok. (dic)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu