Warga Depok Miris Lihat Anak-anak Ngamen

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENGAMEN : Seorang pengamen anak saat menerima uang dari pengguna jalan di kawasan Jalan Margonda Raya.

DEPOK – Korps Penegak Perda sering menjalankan perda No16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum). Tapi sayang, aksi Satpol PP Kota Depok dianggap tebang pilih. Musababnya, masih banyak anak jalanan yang berkeliaran di jantung Kota Depok, meski sudah dilakukan razia.

Faktanya, meski telah dilakukan operasi pelanggaran perda, masih banyak anak jalanan dan gepeng berkeliaran di Jalan Margonda. Salah satu warga Sukmajaya, Adawiyah (31) juga menyayangkan masih banyaknya gepeng dan pengamen di Jalan Margonda.

Dia menceritakan, tak jarang melihat anak di bawah umur ngamen, atau menjajakan tisu di lampu merah. “Ini eksploitasi, masa ada anak kecil ngamen malam-malam, katanya kota ramah anak,” kata Adawiyah mengeluhkan kepada Harian Radar Depok.

Dia merasa Satpol PP tebang pilih, dengan membiarkan anak jalanan dan gepeng yang ada di sepanjang jalan Margonda Raya. “Pol PP seolah tebang pilih, masa di tempat lain diamankan, di jalan Margonda di biarkan,” kata Adawiyah.

Berdasarkan pantauan Radar Depok, masih banyak pengamen dan anak jalanan yang berkeliaran di sepanjang Jalan Margonda Raya. Biasanya pengamen dan gepeng keluar saat jam-jam sibuk, hingga malam hari.

Sementara yang menjadi titik kumpul gepeng dan pengamen, berada di simpang tugu Margonda, Simpang Jalan Nusantara, dan Simpang Jalan Juanda. “Kasihan kalau liat anak kecil ngamen malam-malam, emang orang tuanya kemana ya?” pungkas salah satu warga Sukmajaya, Diah yang kerap melintas di Jalan Margonda Raya.

Perlu diketahui sebelumnya, Satpol PP Kota Depok telah berhasil mengamankan 22 orang pelanggar Perda Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum), Rabu, (17/10) lalu.

“Sebagai bentuk penegak perda, kami melakukan razia anak jalanan dan gepeng di Kota Depok,” kata Kasatpol PP, Yayan Arianto.

Dalam operasinya Pol PP berhasil mengamankan 22 orang yang terdiri dari 18 orang pengamen, 1 orang pedagang asongan, dan 3 orang pengemis. “Kami berhasil mengamankan anak jalanan di tiga lokasi berbeda,” kata Yayan.

Dia mengklaim rutin melakukan kegiatan penertiban di Kota Depok, karena dengan keberadaan anjal dan pengamen di Kota Depok dapat mengganggu kenyamanan warga. “Mereka yang terjaring nantinya akan dilakukan pembinaan oleh Dinsos Depok, sehingga diharapkan mereka tidak kembali ke jalanan,” kata Yayan.(rub)

You may also read!

Pedagang Kemirimuka Depok Banding

DEPOK – Perjuangan pedagang Pasar Kemirimuka, sedikit goyang dalam mempertahankan tanah negara dari PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Pengadilan

Read More...

Daftar ke RSUD Depok Cukup Via Online

DEPOK – Warga Depok kembali dimanjakan saat membutuhkan layanan RSUD Depok. Kemarin, RSUD yang berada di Kecamatan Sawangan tersebut

Read More...

40 Restoran Belum Bayar Pajak

DEPOK – Bisnis kuliner di Depok meningkat terus dalam tiga tahun terakhir. Namun tak semua pengusaha restoran di kota

Read More...

Mobile Sliding Menu