Tidak Semua Guru Honor di Depok Mogok Ngajar

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
TETAP MENGAJAR : Salah satu guru honorer saat melakukan kegiatan belajar mengajar di SDN Depok Jaya 1, Kecamatan Pancoranmas, kemarin. Walaupun ada beberapa guru honorer di Kota Depok yang mengadakan aksi mogok mengajar.

DEPOK – Mogok mengajar guru honorer di Kota Depok, ternyata hanya isapan jempol. Faktanya kemarin, masih ada guru honorer yang meberikan ilmu kepada anak didiknya. Seperti dua honorer, SMP Negeri 20 Depok, Wiwi Widya Astuti dan Komarudin, guru di SDN Baktijaya 1, misalnya.

Wiwi Widya Astuti melakukan aktivitas seperti biasa, mengajar di sekolah yang berlokasi di Komplek Marinir, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Pancoranmas. Dia mengaku, mendapatkan informasi seputar demo dan mogok kerja itu dari kepala sekolah tempatnya mengajar.

“Setelah dapat informasi itu saya tidak bertanya lagi ke teman-teman honorer di sekolah lain, di grup Whatsaap pun juga sepi-sepi saja tidak ada yang komentar soal mogok kerja,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Kendati demikian, Wiwi juga menyayangkan adanya aturan pembatasan usia pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dalam peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi. Dia pun juga tidak dapat menyalahkan guru honorer lain jika mogok kerja demi memperjuangkan hak.

“Mereka yang usianya sudah melebihi batas maksimal usia pendaftar kasihan. Karena sudah mengajar puluhan tahun sampai menghasilkan orang-orang sukses, jika tidak dinilai pemerintah saya rasa patut diperjuangkan,” ujarnya.

Hal serupa juga dialami oleh Komarudin guru agama Islam di SDN Baktijaya 1, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya. Walaupun dia mengetahui adanya kegiatan aksi mogok kerja, namun dirinya tetap berangkat mengajar ke sekolah seperti sedia kala.

“Saya tak tau ada demo. Tapi seandainya tau juga saya memilih tidak ikut. Karena saya tidak tahu apa dengan berdemo pemerintah bisa memenuhi keinginan kami,” tegasnya.

Menurutnya, dengan tidak mengikuti demo dan mogok kerja bukan berarti dia tidak memperdulikan sesama teman guru honorer lainnya. Hanya saja, dia lebih mementingkan nasib anak didik yang ditinggal selama 14 hari tanpa belajar.

“Kasihan anak-anak, tujuan mereka sekolah itu utk menuntut ilmu. Tapi saat ditemui di sekolah tidak ada guru yang mengajar mereka dapat ilmu apa, yang ada sia-sia waktu mereka tidak dipakai untuk belajar,” tutur Komarudin.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Pancoranmas, Suhyana menegaskan, di Kecamatan Pancoranmas tidak ada guru honorer yang ikut mogok kerja. Sebelumnya, dia sudah meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak mengizinkan guru honorer di sekolah untuk mengikuti aksi tersebut.

“Semua K3S dapat imbauan dari Ibu Sekretaris Dinas Pendidikan, lalu saya langsung infokan langsung ke kepala sekolah untuk menyampaikan penuh kesadaran dan tanpa emosi kepada setiap guru honorer,” tegasnya.

Saat di sambangi di lokasi tempanya mengajar di SDN Depok Jaya 1, seebanyak tujuh honorer tetap mengajar. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pun tidak terkendala. Dia mengusulkan, agar para guru honor melihat nasib anak didik yang ditinggalkan tanpa menerima ilmu.

“Fikirkan lagi, tindakan ini sangat merugikan siswa dan pemerintah daerah yang sudah berbuat baik mau mengeluarkan SK dan Peraturan Walikota, tentang upah gaji honorer yang dianggap sudah termasuk cukup,” paparnya.

Dia melanjutkan, agar segera dihentikan aksi mogok tersebut dan bertindak dengan cara lain. Seperti, mendatangi kantor DPRD Kota Depok untuk audiensi, namun waktunya disesuaikan setelah proses KBM.

“Saya juga sebagai kepala sekolah sebenarnya tidak menyalahkan mereka karena itu menuntut hak, tapi kembali lagi fikirkan nasib siswa di sekolah yang membutuhkan mereka untuk belajar,” tutup Suhyana. (san)

You may also read!

Pedagang Kemirimuka Depok Banding

DEPOK – Perjuangan pedagang Pasar Kemirimuka, sedikit goyang dalam mempertahankan tanah negara dari PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Pengadilan

Read More...

Daftar ke RSUD Depok Cukup Via Online

DEPOK – Warga Depok kembali dimanjakan saat membutuhkan layanan RSUD Depok. Kemarin, RSUD yang berada di Kecamatan Sawangan tersebut

Read More...

40 Restoran Belum Bayar Pajak

DEPOK – Bisnis kuliner di Depok meningkat terus dalam tiga tahun terakhir. Namun tak semua pengusaha restoran di kota

Read More...

Mobile Sliding Menu