Target Tercapai, Tinggal Bonusnya

In Depok Sport, Utama

BOGOR – Setelah menjalani pertandingan selama satu pekan lebih, akhirnya Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018 secara resmi ditutup, Senin (15/10).

Acara penutupan alias closing ceremony Porda XIII/2018 kali ini telah ditandai dengan prosesi penurunan bendera Porda Jawa Barat oleh tuan rumah Kabupaten Bogor, dan dilanjutkan kepada tuan rumah berikutnya yang diketahui adalah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Subang dan Kota Tasikmalaya.

Acara penutupan Porda XIII diisi dengan beberapa agenda hiburan. Dimana sebelum acara ditutup oleh Bupati Kabupaten Bogor, Nurhayati serta Wakil Gubernur Jawa barat, Uu Ruzhanul Ulum, peraih juara umum Porda telah disambut meriah pada saat parade atlet dilaksanakan di stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor, yaitu Stadion Pakansari, Cibinong Bogor.

Kontingen Kota Depok Berhasil memenuhi target peringkat dalam perhelatan Porda Jawa Barat XIII yang resmi berakhir pada Senin (15/10) malam. Namun, nominal uang kadeudeuh atau bonus yang akan diterima, khususnya bagi atlet peraih medali belum jelas besarannya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, Amri Yusra menjelaskan, besaran bonus yang diterima atlet peraih medali sebagai apresiasi dari pretasi yang mereka torehkan, masih dalam tahap penggodokan dengan pihak Pemkot Depok.

“Usulan besarannya sudah kami rumuskan, namun masih harus dibicarakan dengan Pemkot,” terang Amri kepada Radar Depok.

Menurut Amri, pihaknya terus mengusahakan agar besaran uang kadedeuh tidak lebih kecil dari Porda 2014. Minimal, sama besarannya. Yaitu, Rp40 juta untuk perah medali emas, Rp15 juta untuk peraih medali perak, dan Rp5 juta untuk peraih medali perunggu. “Soal bonus ini, akan saya perjuangkan,” tegas Amri.

Pada Porda 2018, Kontingen Kota Depok berhasil meraih target medali dan peringkat dengan melampaui torehan prestasi di dua gelaran Porda sebelumnya pada 2014 dan 2010. Di tahun 2014, Kota Depok terhenti di posisi 22 dengan perolehan empat medali. Sementara pada 2010, Kota Depok harus puas bertengger di peringkat 23.

Amri menilai, peningkatan yang terjadi setiap gelaran porda menandakan bahwa pola pembinaan yang berjalan di Kota Depok terbukti berhasil.

“Ini membuktikan bahwa para pengurus cabang olahraga telah melakukan pembinan atlet dengan serius, berkelanjutan dan memiliki pola yang baik. Kemudian, didukung oleh pelatih yang mumpuni dengan segala keterbatasan prasarana dan dana” kata Amri.

Disamping itu, Amri melihat jumlah medali perak yang cukup banyak menandakan bahwa cukup banyak pula atlet Kota Depok yang tinggal selangkah lagi merebut prestasi puncak.

“Jadi, pekerjaan rumah KONI dan para pengcab adalah bagaimana meningkatkan peluang ini,” imbuhnya.

Untuk itu, Amri bertekad menjadikan hasil Porda 2018 sebagai acuan dalam merumuskan arah kebijakan KONI Kota  Depok selanjutnya.

“Akan ada evaluasi bersama dengan masing-masing pengcab untuk mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Sambil melakukan pengclusteran, untuk mengklasifikasi mana saja cabang olahraga yang harus diprioritaskan dalam program pembinaan,” jelasnya.

Dengan begitu, Amri berharap Kontingen Kota Depok dapat meningkatkan prestasi di perhelatan Porda 2022 yang berlansung di Kota Tasikmalaya-Kabupaten Bandung Barat- Kabupaten Subang.

“Target selanjutnya adalah 10 besar. Mengacu pada hasil Porda 2018 ini, paling tidak mesti terkumpul 16 keping medali emas,” tandas Amri.

Sementara itu, Ketua Kontingen Kota Depok untuk Porda 2018, Herry Suprianto mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan semangat pantang mundur yang ditunjukkan seluruh atlet di 39 Cabang olahraga yang membela Kota Depok di Porda Jawa Barat XIII.

“Ucapan khusus kami sampaikan kepada Pemkot Depok, seluruh atlet, pelatih, official, team kesehatan (Dinkes dan PMI), para media serta panitia Porda kota Depok,” seru Herry yang juga Wakil Ketua I KONI Kota Depok tersebut.

Herry berharap, prestasi yang ditorehkan atlet kontingen Kota Depok menjadi motivasi bagi pembinaan di setiap Cabang olahraga se-Kota Depok.

“Semoga Allah membalas atas ketulusan dan jerih payah kita dalam perjuangan ini,” tandasnya.

Terpisah, Pelatih tim Takraw Kota Depok, Andi Rahmat Dian mengaku puas dengan pelaksanaan Porda Jawa Barat XIII. Dia menilai, pelaksnaan setiap pertandingan di setiap cabor berlangsung mendekati sempurna. “Berjalan lancar, sesuai dengan yang kita inginkan,” kata Andi kepada Radar Depok.

Selain itu, Andi mengucapkan terima kasih kepada KONI Kota Depok yang memberikan dukungna penuh selama rangkaian perhelatan Porda berlangsung. Dia berharap, KONI Kota Depok dapat meningkatkan intensitas pendampingannya. Termasuk di dalamnya peningkatan fasilitas latihan maupun pendanaan sebagai modal untuk pembinaan atlet. “Dengan begitu semoga kami bisa kami bisa meraih hasil yang lebih baik di Porda selanjutnya pada 2022,” ucap Andi yang juga menjabat sebagai ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Depok.

Senada, disampaikan Pelatih tim Muaythai Kota Depok, Andri Zikri. Menurut Andri, pelaksanaan Porda 2018 secara keseluruhan sudah cukup baik. Hanya saja, dia menyoroti sejumlah kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan pertandingan di cabang olahraga Muaythai. “Paling tidak, ada beberapa poin yang perlu diperbaiki panitia di Porda selanjutnya,” kata Andri. (mg2)

You may also read!

Pedagang Kemirimuka Depok Banding

DEPOK – Perjuangan pedagang Pasar Kemirimuka, sedikit goyang dalam mempertahankan tanah negara dari PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Pengadilan

Read More...

Daftar ke RSUD Depok Cukup Via Online

DEPOK – Warga Depok kembali dimanjakan saat membutuhkan layanan RSUD Depok. Kemarin, RSUD yang berada di Kecamatan Sawangan tersebut

Read More...

40 Restoran Belum Bayar Pajak

DEPOK – Bisnis kuliner di Depok meningkat terus dalam tiga tahun terakhir. Namun tak semua pengusaha restoran di kota

Read More...

Mobile Sliding Menu