Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAAR DEPOK
TERCEMAR : Suasana Situ Rawa Kalong yang berada di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis yang diduga sampai saat ini masih tercemar oleh limbah, kemarin.

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu kepastian Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), terkait penanganan limbah.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengaku, memang terdapat pencemaran di Situ Rawa Kalong. Sejauh ini juga sudah berkomunikasi dengan BBWSCC untuk penanganan limbah ini.

“Siapa yang menangani limbah ini, kami berkonsultasi dengan BWSCC. Jika kami diminta menangani, maka akan kami lakukan semampu kami dengan kondisi keuangan yang ada. Karena revitalisasi situ ini memerlukan dana yang besar,” ujar Idris usai rapat di Balaikota, kepada Harian Radar Depok.

Terkait perusahaan yang telah melakukan pencemaran. Walikota akui, penindakan terhadap perusahaan tersebut terkendala kepada sanksi, yang perlu diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda). Hingga kini, kata dia, belum ada. Meski ada Undang-undang dan peraturan pemerintah yang bisa menjadi rujukan.

“Implementasi sanksi ini bagaimana dampaknya, karena ada sanksi yang sampai menutup perusahaan. Ini tentunya tidak mudah dan butuh kerja sama. Namun, ini semua bukan berarti mengendurkan semangat kami untuk menegur agar tidak buang limbah di situ,” papar Idris.

Situ tersebut mempunyai luas 8,5 hektar. Dua bulan lalu luas situ ini diukur kembali Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), disaksikan Pengadilan Negeri Kota Depok, TNI, dan Polri. Hasil dari pengukuran ulang ini sampai saat ini belum terbit.

Sementsra itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Rawa Kalong, Muhammad Nurdin mengatakan, PT Agung Mutu Lestari atas perintah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, telah melakukan uji laboratorium. Hasilnya, situ telah tercemar berat.

“Pencemarannya sudah luar biasa ya. Kalau mau dipersentasekan mungkin sudah 100 persen tercemar. Setiap pagi, di sini airnya berwarna biru, hijau, coklat dan putih. Lalu ada minyak minyak yang menggenang di atas air,” ujar Nurdin di Situ Rawa Kalong.

Setidaknya ada empat perusahaan yang mencemari situ tersebut. Limbah dari perusahaan tersebut mengalir ke Situ Rawa Kalong. Perusahaan pertama bergerak di bidang pembuatan lampu. Perusahaan kedua adalah pabrik kosmetik dan perusahaan ketiga adalah perusahaan yang memproduksi spons busa untuk jok mobil dan motor.

Dan perusahaan keempat bergerak di pembuatan minuman teh kemasan. Limbah teh juga masuk ke dalam situ yang terletak berdekatan dengan apartemen Grand Park View Lake ini.(irw)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu