SDN Tanah Baru 5 Depok Jadikan Sampah Sebagai Bantuan, Diberikan ke Bank Sampah dan Hasil Jualnya untuk Sulteng

In Satelit Depok, Wilayah Depok
REGI/RADAR DEPOK
SOSIAL: Kepala SDN Tanah Baru 5, Minin (kiri) sedang memberikan kantung sampah ke Bank Sampah Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Berbagi memang tidak ada batasannya selama memang bisa berguna untuk orang lain, adalah sebuah kebaikan yang hakiki. SDN Tanah Baru 5 mencoba berbagi dengan cara yang lain dalam membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

LAPORAN : Regi Pranata Bangun

Turun dari sepeda motornya di halaman kantor Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Minin dan siswanya membawa sebuah kantung plastik warna hitam dengan ukuran yang cukup besar. Minin yang merupakan Kepala SDN Tanah Baru 5 itu, mengajak siswanya untuk menyerahkan kantung plastik tersebut ke pihak Kelurahan Tanah Baru.

Setelah masuk ke dalam kantor Kelurahan Tanah Baru, Minin dan siswanya bersama dengan salah satu petugas di kantor Kelurahan Tanah Baru berjalan ke sisi halaman. Secara simbolis Minin bersama dengan siswanya menyerahkan kantung plastik hitam tersebut ke pihak Kelurahan Tanah baru.

Usai memberikan plastik tersebut, Minin menyempatkan untuk menceritakan tentang kantung plastik hitam besar tersebut. Minin menjelaskan, itu adalah kantung plastik yang berisikan sampah-sampah dari sekolahnya. Jadi, diberikan ke Bank Sampah Kelurahan Tanah Baru, untuk dijual dan hasilnya untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng.

“Kami ingin memberikan semuanya untuk membantu korban bencana alam di Sulteng. Sampah ini sebenarnya memiliki nilai, jadi kami menjualnya dan semoga hasilnya bisa digunakan untuk membantu,” ucapnya kepada Radar Depok.

Minin menuturkan, sampah-sampah yang terdiri dari botol minuman dan kertas-kertas tersebut dikumpulkan bersama siswa dan juga guru selama empat hari. Jadi, ini adalah bagian dari upaya untuk bisa membantu orang lain, dengan cara apapun selama itu halal, dan tidak merugikan orang lain.

“Ini juga untuk mengajarkan siswa tentang bagaimana memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat, sehingga bisa berguna untuk orang lain,” jelasnya. (*)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu