Sabu-Ganja Rp400 Juta Gagal Edar

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIAMANKAN: Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto menunjukkan tersangka dan barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak 69 batu daun ganja dengan berat 69,3 kg dan sabu seberat 68,9 gram yang berhasil diamankan petugas saat rilis narkoba di Polresta Depok, kemarin (17/10).

DEPOK – Empat pengedar sabu dan ganja berinisial HN, YH, FS, dan BJ ditangkap petugas Polresta Depok di sebuah kontrakan Kampung Pisang, Karadenan Cibinong, Kabupaten Bogor. Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan barang bukti 69 batu daun ganja dengan berat 69,3 kilogram, serta sabu seberat 68,9 gram senilai total Rp400 juta.

Penangkapan tersebut, berasal dari hasil pengembangan sebelumnya. Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan, pelaku menjual barang haram ini perkilogram ganja Rp4,5 juta, sedangkan sabu pergram Rp4,5 juta.

Penjualan barang ini mereka berkelompok dikendalikan oleh pengedar lebih atas. Peredaran ganja dan sabu dilakukan di tiga daerah Jabodetabek antara lain, Kota Depok, Bogor, dan Kota Bekasi.

“Sedang didalami, yang jelas konsumen ini mereka sudah kenal dan diketahui, bisa bertemu dengan pelaku komunikasi lebih dulu lalu ketemu,” tutur Didik di Mapolresta Depok, kemarin (17/10).

Mereka mendapatkan barang dari Aceh. Pasokan barang haram ini dapatkan kiriman jenis ganja tiga kali pengiriman. Pertama 50 batu ganja, kemudian 45 batu, dan terakhir 165 batu ganja. Barang bukti (barbuk) kata dia, sisanya ada 69 batu ganja karena lainnya sudah diedarkan ke konsumen atau bandar lain.

Keempat tersangka berbagi peran melakukan pengedaran narkoba di tiga kota kawasan Jabodetabek. Mereka melanggar Undang-Undang Narkotika. Berdasarkan penyelidikan HN berperan sebagai pemilik, lalu YH orang yang membantu mencarikan kontrakan untuk menitipkan barang haram itu. Sedangkan, FS dan BJ membantu mengedarkan barang.

“Kelompok ini telah melakukan aktifitas enam bulan, salah satu tersangka HN bekas narapinaana narkoba yang telah divonis empat tahun,” tandasnya.

Lebih lanjut Polresta Depok akan mengembangkan asal barang dan berbagai pihak yang menerima aliran barang. Baik pengedar atau pengguna. “Kita usaha maksimal lakukan pencegahan hukum dalam memberantas narkoba,” bebernya.

Pelaku YH mengaku mengedarkan narkoba jenis ganja ke kampus-kampus. Sebab, kata dia, sudah mengenal orang dalam. “Sudah saling kenal kita transaksi,” ucap YH.

Terkadang kata dia, barang diantarkan ke tempat tujuan dengan kode-kode. “Rata-rata saya edarkan ke pelajar,” ucapnya.

Puluhan kilogram ganja kering tersebut telah dikemas dalam kertas koran berbentuk segi empat istilah para pengedar satu kotak padat segi empat berisi satu kilogram ganja kering yang disebut batu. “Satu kotak ini isinya sekilogram, kalau dikirim dari Aceh selalu bentuknya begini semuanya disatukan dalam satu kardus box besar,” ucapnya.

Hingga saat ini kelompok pengedar narkoba tersebut telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Depok, atas perbuatannya mereka diganjar UU Narkotika pasal 14 Subsider Pasal 112, mengenai peredaran narkotika dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (irw)

You may also read!

Pedagang Kemirimuka Depok Banding

DEPOK – Perjuangan pedagang Pasar Kemirimuka, sedikit goyang dalam mempertahankan tanah negara dari PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Pengadilan

Read More...

Daftar ke RSUD Depok Cukup Via Online

DEPOK – Warga Depok kembali dimanjakan saat membutuhkan layanan RSUD Depok. Kemarin, RSUD yang berada di Kecamatan Sawangan tersebut

Read More...

40 Restoran Belum Bayar Pajak

DEPOK – Bisnis kuliner di Depok meningkat terus dalam tiga tahun terakhir. Namun tak semua pengusaha restoran di kota

Read More...

Mobile Sliding Menu