Rutin Konsumsi Obat Cacing

In Satelit Depok, Wilayah Depok
REGI/RADAR DEPOK
GENERASI SEHAT: Puskesmas Ratujaya mengimbau kepada siswa sekolah dasar rutin mengkonsumsi obat cacing enam bulan sekali.

DEPOK – Penyakit cacingan tidak bisa diremehkan. Sebab, penyakit tersebut sama sekali tidak mengenal usia dan siapa saja dapat terserang penyakit cacingan yang dapat memperlambat produktivitas.

Kepala Puskesmas Ratujaya, Frovira Brilyandini mengatakan, penyakit cacingan dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta rutin mengonsumsi obat cacing enam bulan sekali.

“Selain menerapkan PHBS, masyarakat dianjurkan untuk minum obat cacing setahun dua kali atau dalam waktu enam bulan sekali. Ini juga berlaku untuk anak-anak dan dewasa,” kata Opi–sapaan Frovira.

Sejauh ini, menurut Opi, di wilayah Ratujaya dan Pondok Jaya tidak ditemukan kasus kematian akibat penyakit cacingan. Jika terkena penyakit tersebut, seseorang bisa terganggu produktivitas dan terhambat pertumbuhan fisiknya. Sebab, cacing yang ada di dalam tubuh bisa mengambil nutrisi yang dibutuhkan.

“Adapun untuk dosis anak usia satu sampai dua tahun diberikan hanya setengah tablet kunyah. Untuk usia dua sampai 12 tahun diberikan dosisnya satu tablet kunyah,” katanya.

Pemerintah dapat memfasilitasi minum obat cacing sekali dalam setahun. Kegiatan ini juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat, pentingnya mengonsumsi obat cacing secara rutin.

“Ini adalah bentuk pencegahan. Jikalau ada yang terkena penyakit ini, penderita harus rutin minum obat dalam jangka waktu tertentu. Sebelum kejadian, kami antisipasi dengan melakukan upaya preventif. Mudah-mudahan dapat mengurangi penderita cacingan di Kota Depok,” tandas Opi.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan  Kota Depok, Ernawati mengatakan, Dinkes Kota Depok pada 2017 sudah mendapatkan sertifikat bebas filariasis. Dalam hal ini, filariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria. Penyakit ini dapat menyerang hewan maupun manusia. “Saat ini programnya adalah POMP filariasis,” ujar Ernawati.

Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) dengan sasaran bedasarkan estimasi 15 persen dari jumlah penduduk sebanyak 349.550. untuk pemberian obat tersebut, sambung Erna, umur 1 hingga 12 tahun.

“Sedangkan umur 1-2 th pemberian 1/2 tablet. Umur 2-12 tahun 1 tablet. Sehingga perhitungan kebutuhan obat standar dari Kemenkes,” tutur Ernawati. (cr1)

You may also read!

Tolak, Ricuh, Rata Juga

DEPOK – Sempat dibatalkan pada 1 Oktober lalu. Akhirnya 10 rumah yang ada di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya berhasil diratakan.

Read More...

12 Lulus Seleksi, Dua Gugur

DEPOK – Pelaksanaan seleksi untuk tiga kepala dinas, mulai mengeliminir peserta. Dari 14 Aparatur Negeri Sipil (ASN), ada dua

Read More...

Walikota Depok Harap 2025 ODHA Tak Bertambah

DEPOK – Di peringatan Hari Aids Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember lalu. Walikota Depok Mohammad Idris berharap 2025

Read More...

Mobile Sliding Menu