Polresta Depok Tetapkan 11 Tersangka

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
PENGARAHAN: Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Bintoro memberikan penyuluhan kepada puluhan pelajar, usai meninggalnya RR seorang pelajar akibat tawuran di Kecamatan Cinere.

DEPOK – Kasus penganiyaan atau pengeroyokan hingga meninggal dunia terhadap korban pelajar berinisial RR membuat duka mendalam bagi kedua orang tua korban. Korban dikenal sangat sopan dan pendiam. Hal tersebut diutarakan ayah korban, Yahya saat ditemui di Mapolsek Limo Senin (22/10). Pria berusia 43 tahun ini, tak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan kepergian anak pertamanya.

Yahya menuturkan, pada Sabtu (20/10) sekitar pukul 20.15 WIB malam dirinya mendapat kabar kondisi terakhir anaknya dari dua orang petugas keamanan rumah sakit yang datang ke rumahnya, Jalan Cilobak Kelurahan Pangkalanjati Kecamatan Cinere Kota Depok.

“Mereka datang, dan sempat mengatakan agar segera ke RS Fatmawati. Saya langsung kepikiran anak saya, dan berusaha bertanya apa yang menimpa Rizky, tapi mereka enggan menjelaskan,” ucap Yahya.

Firasat buruk melanda pikiran Yahya hingga dirinya secepatnya memacu motor ke RS Fatmawati, hingga akhirnya tepat di dalam kamar jenazah, Yahya sontak kaget dan langsung merangkul jasad anaknya. “Saya langsung rangkul tubuh Rizky, ga kuat saya menahan sedih dan menangis keluarga berdatangan menengok saya bilang Rizky sudah ga ada,” jelasnya.

Sementara Gofur Paman korban mengaku sempat kaget ketika mendengar kabar kematian keponakannya itu. “Ponakan saya waktu itu, habis nonton futsal dia pulang bersama empat temannya. Saat tiba di Jalan Punak, Pangkalanjati tiba-tiba mereka bertemu dengan sekelompok pelajar lain yang langsung menyerang. Dia mau puter arah bingung, karena kondisinya sudah ramai akhirnya dibabatlah disitu,” tandasnya.

Gofur, meminta pihak kepolisian menindak tegas dan memberikan hukuman yang setimpal bagi seluruh pelaku tawuran tersebut. “Saya berharap sekali buat para pelaku yang telah ngilangin nyawa ponakan saya dihukum seberat beratnya dan saya terimakasih kepada kepolisian atas penanganan kasus ini,” tandasnya.

Masih di lokasi, Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Bintoro, mengatakan, kejadian pengeroyokan terhadap pelajar ini Polresta Depok menetapkan 11 pelaku yang masih pelajar di bangku SMK.

“Setelah kami melakukan penyidikan, kami menangkap 11 orang.  sembilan orang kami kenakana pasal 358 menyerang secara bersama-sama. Sedangkan, dua orang ini satu menggunakan senjata tajam dan penusukan,” kata Bintoro, kepada Radar Depok, kemarin.        Sebanyak 11 tersangka ini antara lain, MT, KB, IF, FA, ER,AZ, KDR, MR, SRR, MDFF, dan MN. Mereka melakukan pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang hingga meninggal dunia. (irw)

You may also read!

Porsigal Cinere Jalani TC

DEPOK – Berbagai persiapan dilakukan perguruan Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat (Porsigal) Cinere menghadapi kejuaraan Pakubumi Open

Read More...

Lapbas Jabar Peduli Korban Tsunami Selat Sunda

DEPOK – Dibawah kepemimpinan Iswandi, DPD Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) Jawa Barat (Jabar) membuat gebrakan di awal 2019.

Read More...

Tim Akar Rumput Nobar Debat Pilpres

  DEPOK – Tim Akar Rumput (TAR) Kota Depok menghadiri acara nonton bareng debat Capres dan Cawapres 2019, yang

Read More...

Mobile Sliding Menu