Pendemo KPU Depok Anarkis

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
RICUH : Personel Polresta Depok menghadang pengunjuk rasa saat simulasi pengamanan kantor KPU dalam rangka operasi Mantap Brata Jaya 2018 di Jalan Kartini, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (11/10). Simulasi yang melibatkan ratusan personil tersebut, dilakukan untuk mengantispasi pengamanan pemilihan calon presiden dan legislatif.

DEPOK – Massa yang tidak puas dengan hasil pleno rekapitulasi, melakukan aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di depan kantor KPU Kota Depok, Jalan Raya Kartini nomor 19 Kelurahan Depok, Pancoranmas kemarin.

Di lokasi yang sama petugas gabungan Polresta Depok bersiaga, untuk mengamankan situasi. Namun, massa semakin marah, membuat aksi dorong mendorong tak terelakkan antara massa dan Polri.

Situasi sudah tidak terkendali, Dalmas lanjutan pun diturunkan dan satu unit mobil water Canon maju untuk memecah massa yang makin anarkis. Seorang pengunjukrasa pun mengalami luka-luka dan ambulans dari keslap Polresta Depok.

Himbauan petugas terus dilakukan, agar massa tidak bertindak anarkis dan bersedia membubarkan diri. Akhirnya pihak Polres melakukan tindakan represif dengan menerjunkan Unit Pengurai Massa ( Reimas), setelah itu situasi berangsur kondusif. Tidak lama berselang, pasukan Jaguar dihadang sekelompok orang radikal yang ingin melukai Komisioner KPU.

Korban pun berjatuhan, satu orang dari pihak Dalmas mengalami luka bacok dan dua pengunjukrasa terkapar di jalan. Ambulans kembali datang untuk membawa korban. Setelah itu Inafis pun diturunkan, untuk olahtkp dan pengumpulan barang bukti guna proses lebih lanjut.

Insiden tersebut hanya simulasi latihan pra operasi ‘Mantap Brata Jaya-2018’ Pengamanan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2018.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sughiarto menerangkan, simulasi tersebut dilakukan sebagai ajang latihan bagi petugas, dalam mengantisipasi aksi massa saat pelaksanaan pesta demokrasi.

“Simulasi hari ini merupakan rangkaian dari latihan pra operasi mantab-brata. Dalam rangka pengamanan pemilu 2019,” ujar Kombes Didik kepada Harian Radar Depok, usai simulasi yang menggunakan ruas Jalan Kartini arah Citayam menuju Jalan Margonda.

Didampingi Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna dan Komisioner Bawaslu Kota Depok, Andriasyah, Didik menuturkan, pembekalan pengetahuan terhadap seluruh personil kepolisian di wilayah hukum Polresta Depok telah diberikan sejak Senin lalu. “Hari ini baru simulasi terkait adanya gangguan terhadap kegiatan KPU yang sedang melakukan rapat rekapitulasi hasil Pemilu,” tuturnya.

Dalam simulasi tersebut, pihaknya memperagakan bagaimana cara menetralisir dan mengendalikan gangguan terhadap KPU dari orang-orang yang hendak melakukan tindakan anarkis karena ketidakpuasan, dengan hasil penghitungan suara.

Simulasi yang melibatkan sekitar 400 personel Polres ini, lanjut Didik, sengaja mengambil tempat di lokasi riil guna memberikan gambaran bagaimana nanti bila ada potensi-potensi gangguan yang terjadi dan bagaimana cara mengendalikannya.

“Petugas langsung mempraktekkan secara nyata. Semoga dengan adanya pelatihan ini diharapkan semua personil dan instansi terkait bisa menyiapkan diri dan mengevaluasi hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan dalam mengamankan KPU sebagai salah satu objek vital,” bebernya.

Sementara, Ketua KPU Depok, Nana Shobarna mengatakan, pelatihan pengamanan dari aksi demo ini merupakan dari kepedulian Polri di dalam pengamanan pemilu tahun 2019 yang akan datang.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih langkah yang dilakukan jajaran Polresta Depok, uji bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan dalam mengawal keamanan dn ketertiban pada saat pelaksanaan pesta demokrasi, khususnya di Kota Depok,” kata Nana.

Nana menjelaskan, di kantor KPU Kota Depok sendiri, memang ada personil dari kepolisian yang bertugas mengamankan objek vital seperti kantor KPU, baik dari unit intelegen maupun pengamanan biasa yang secara tentatif datang mengontrol ke KPU.

“Kalau ada yang kami perlukan untuk mengawal kegiatan,  baru akan kami sampaikan kebutuhannya. Berkaca dari Pemilu 2004 dan 2009 yang paling krusial adalah saat rekapitulasi, biasanya tahapan itu memunculkan ketidakpuasan dari peserta Pemilu. Sehingga membutuhkan pengamanan ekstra dan tiap tahapan itu kami pun akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar berjalan dengan baik,” terangnya.

Saat ini KPU tengah melaksanakan tahapan kampanye dan kegiatan penyempurnaan data pemilih, dan persiapan pengadaan logistik. “Semoga tahapan kampanye dan lainnya di Kota Depok dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” tandasnya. (cky) 

You may also read!

Tolak, Ricuh, Rata Juga

DEPOK – Sempat dibatalkan pada 1 Oktober lalu. Akhirnya 10 rumah yang ada di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya berhasil diratakan.

Read More...

12 Lulus Seleksi, Dua Gugur

DEPOK – Pelaksanaan seleksi untuk tiga kepala dinas, mulai mengeliminir peserta. Dari 14 Aparatur Negeri Sipil (ASN), ada dua

Read More...

Walikota Depok Harap 2025 ODHA Tak Bertambah

DEPOK – Di peringatan Hari Aids Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember lalu. Walikota Depok Mohammad Idris berharap 2025

Read More...

Mobile Sliding Menu