Pemanah Depok Raih Dua Emas di Pangdam Jaya Cup 2018

In Depok Sport
PERPANI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK
TERBAIK: Pemanah Kota Depok meraih dua medali emas, dalam kejuaraan Panahan Pangdam Jaya Cup 2018, di Lapangan Batalyon Kavaleri 7/Pragosa Satya, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (21/10).

DEPOK – Pemanah kebanggan Kota Depok berhasil merebut dua medali emas dari kejuaraan Panahan Pangdam Jaya Cup 2018 yang berlangsung di lapangan Batalyon Kavaleri (Yonkav) 7/Pragosa Satya, Cijantung, Jakarta Timur pada Minggu (21/10).

Meski sempat gagal meraih prestasi puncak di ajang Porda 2018, Achmad Romdon berhasil membuktikan kualitasnya dengan meraih medali emas dari nomor beregu recurve 70 meter-putra bersama rekannya, Fahri dan Brian.

Di kompetisi yang sama, Magreza yang mesti mengakui keunggulan para atlet Pelatnas kala menjalani Porda 2018, berhasil membawa pulang sekeping medali emas dari nomor yang sama. Yaitu, Compound perorangan putra.

Selain medali emas, pemanah Kota Depok yang tergabung dalam klub Kings Archery tersebut juga berhasil mengumpulkan dua medali perak lainnya. Yaitu atas nama Nahl di nomor beregu standarbow SMP jarak 20m, dan Atqi di nomor kualifikasi Recurve putra jarak 70 meter.

Pelatih tim Kings Archery sekaligus pelatih tim Kota Depok untuk Porda 2018, Yasmidar mengaku puas dengan peforma atletnya di kejuaraan ini. ”Sebab mereka mampu bermain lebih rileks. Tidak tegang seperti di Porda 2018,” ujar Yasmidar kepada Harian Radar Depok, kemarin (21/10).

Karena itu, menurut Yasmidar, penguatan mental atlet harus menjadi salahsatu fokus program latihan tim pelatih Kota Depok. ”Ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh tim pelatih Porda demi meningkatkan prestasi atlet,” imbuhnya.

Sementara itu, peraih medali emas dari nomor Recurve 70 meter putra, Romdon mengaku puas atas hasil yang mereka peroleh di kejuaraan Pangdam Jaya 2018. ”Sebenarnya, kami hampir kalah setelah tertinggal 2-1. Namun berkat konsentrasi tim yang baik, kami berhasil menyamakan skor dan menjadi juara setelah memenangkan drama shot off satu panah,” terang Romdon.

Prajurit berpangkat Praka dari kesatuan Denma Divif 1 Kostrad, Cilodong tersebut menilai, dia dan rekan-rekannya sesama atlet Kota Depok berhasil menampilkan performa terbaiknya di kejuaraan ini lantaran mereka dapat fokus latihan di satu tempat. Tidak berpindah-pindah seperti ketika mempersiapkan diri menghadapi Porda 2018.

”Saya lebih percaya diri dengan modal latihan yang efektif ini. Di Porda 2018, kami sempat dua kali berpindah tempat latihan. Bahkan, pernah tidak latihan dua hari karena belum ada tempat latihan yang memenuhi standar,” terang Romdon.

Romdon berharap, Pemkot Depok serius mengatasi persoalan ini. Agar para atlet dapat fokus berlatih dan meningkatkan prestasinya. Menurut Romdon, Kota Depok memiliki banyak bibit-bibit pemanah berbakat. Namun, mereka kurang terwadahi lantaran tidak adanya lapangan yang sesuai untuk latihan. (mg2)

You may also read!

Porsigal Cinere Jalani TC

DEPOK – Berbagai persiapan dilakukan perguruan Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat (Porsigal) Cinere menghadapi kejuaraan Pakubumi Open

Read More...

Lapbas Jabar Peduli Korban Tsunami Selat Sunda

DEPOK – Dibawah kepemimpinan Iswandi, DPD Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) Jawa Barat (Jabar) membuat gebrakan di awal 2019.

Read More...

Tim Akar Rumput Nobar Debat Pilpres

  DEPOK – Tim Akar Rumput (TAR) Kota Depok menghadiri acara nonton bareng debat Capres dan Cawapres 2019, yang

Read More...

Mobile Sliding Menu