Pabrik Tanpa Nama Berdiri di Area Makam Depok

In Metropolis
RUBIAKTO/RADAR DEPOK
SIBUK: Kondisi pabrik beton yang berdiri di area pemakaman Tionghoa yang sedang beroperasi memproduksi yudit.

DEPOK – Sebuah pabrik tanpa nama berdiri di area makam milik warga China di Jalan Radar Auri, Cimanggis. Kegiatan pabrik yang sudah berlangsung sejak lama itu, berjalan mulus tanpa ada teguran dari Pemkot Depok.

Sejumlah warga mengaku, terganggu dengan aktivitas pabrik dan dapat menimbulkan penyakit pernapasan. Diduga pabrik tersebut, memproduksi ratusan beton untuk saluran air alias yudit.

Pantauan Radar Depok, jalan di sekitar makam sangat tidak terawat hingga mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan truk bertonase. Jalanan juga berwarna putih akibat runtuhan dan bekas ban truk terkena semen.

Selain itu, sejumlah warga sekitar makam pun mengeluh akibat debu yang bertebaran akibat proyek pembuatan gedung. Warga pun takut dampak dari debu tersebut mengakibatkan sejumlah penyakit diantaranya ispa.

“Saya gak tahu pabrik itu namanya apa, setahu saya memang pabrik itu membuat beton dari semen, dan keluar masuknya lewat kuburan China,” kata Andi warga sekitar makam, kemarin (10/10).

Hal senada pun diungkapkan Bagus (45) warga Cimanggis. Dirinya tidak mengetahui secara persis soal berdirinya pabrik tersebut, sebab pabrik yang berada di tengah makam itu sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

“Kalau berdirinya saya gak tahu, tapi memang sepertinya sudah lama pabrik itu ada soalnya luas juga bangunannya,” imbunya.

Sementara itu, Camat Cimanggis Eman Hidayat mengaku tidak mengetahui nama dan kapan berdirinya pabrik tersebut. Padahal bangunan tersebut hanya berjarak sekitar 1 Kilometer dari kantor Kecamatan Cimanggis.

“Saya belum tahu ada pabrik berdiri di area makam karena saya baru menjabat enam bulan menjadi camat di Cimanggis,” tutur Eman saat dihubungi.

Dia menjelaskan bahwa pabrik beton untuk saluran air seharusnya tidak boleh berdiri di atas tanah makam apa lagi berdiri di sekitar rumah warga. Sebab dalam mendirikan pabrik harus melihat Izin Peruntukan Ruang (IPR) di wilayah Depok.

“Tapi kemarin saat apel saya tanya ke bu Yulis, katanya sudah ada izinnya. Besok (hari ini, Red) saya coba perintahkan staf untuk tanya ke lokasi,” pungkas Eman. (rub)

You may also read!

Tolak, Ricuh, Rata Juga

DEPOK – Sempat dibatalkan pada 1 Oktober lalu. Akhirnya 10 rumah yang ada di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya berhasil diratakan.

Read More...

12 Lulus Seleksi, Dua Gugur

DEPOK – Pelaksanaan seleksi untuk tiga kepala dinas, mulai mengeliminir peserta. Dari 14 Aparatur Negeri Sipil (ASN), ada dua

Read More...

Walikota Depok Harap 2025 ODHA Tak Bertambah

DEPOK – Di peringatan Hari Aids Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember lalu. Walikota Depok Mohammad Idris berharap 2025

Read More...

Mobile Sliding Menu