Mengikuti Sosialisasi Babai Suhaimi di Kota Depok, Dengar Curhatan Ojol, Perlu Sentuhan Pemkot Depok

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SILATURAHMI: Caleg DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi saat silaturahmi dengan perwakilan ojol di Kota Depok.

Caleg DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi mengunjungi dan bersilaturahmi dengan perwakilan ojek online (Ojol) yang mencari nafkah menunggu penumpang di jalan-jalan yang ada di kota sejuta maulid. Pada kesempatan tersebut, mantan anggota DPRD Kota Depok ini pun menyuarakan aspirasi dari para ojol dan demi ketertiban, kenyamanan serta keamanan di jalan.

Laporan : Ricky Juliansyah

Di tengah kesibukan masyarakat dalan kehidupan sosialnya, sudah pasti ada yang memerlukan alat transportasi, baik  darat, laut dan udara. Alat transportasi tersebut sangat di butuhkan masyarakat dalam menunjang aktifitas sosial kemasyarakatannya baik untuk bekerja, berusaha dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan dunia informasi dan teknologi (IT), alat tranportasi pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan, dimana  penggunaan IT di pergunakan untuk mudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan penggunaan alat tranportasi, seperti ojol, taksi online dan lainnya.

Ojol saat ini menjadi salah satu alat tranportasi yang banyak diminati masyarakat, selain mudah juga murah. Dengan adanya aplikasi ojol yang dioperasikan sebagai alat penunjang  transportasi, ternyata juga mendorong adanya lapangan pekerjaan baru untuk menjadi ojol.

Di kota Depok saat ini lebih dari 5000 orang berkerja sebagai ojol, tentu menjadi hal yang menarik dan juga pemandangan unik, karena di beberapa titik jalan di Kota Depok menjadi tempat pangkalan ojek online.

Caleg DPRD Kota Depok dari PKB, Babai Suhaimi menilai, keberadaan ojol, tidak boleh dibiarkan begitu saja, perlu dibangun komunikasi yang baik oleh pemerintah melalui dinas terkait, sehingga ada penataan dan pembinaan, sehingga keberadaan mereka dapat diatur dan ditata.

“Mereka juga harus difasilitasi, sebab keberadaan ojek online pada prinsipnya sama seperti angkutan umum lainnya, kalau angkot dan angkutan umum sejenisnya disediakan terminal sebagai tempat mangkalnya, kenapa ojol tidak disediakan,” tutur Babai.

Caleg Dapil 6 (Kecamatan Cipayung, Sawangan, Bojongsari ) ini melanjutkan, jika hal itu disediakan maka keberadaan jalan tertib teratur dan tertata, serta memberikan kenyamanan bagi pengguan ojol, bahkan jika disediakan secara resmi terninal atau pangkalan ojol, bisa jadi akan meberikan pendapatan baru bagi pemerintah dan bisa jadi menciptakan pertumbuhan baru bagi ekonomi di Kota Depok.

Jadi jangan salahkan ojol, jika  keberadaan mereka di berbagai ruas jalan di Kota Depok, ketika para ojol tersebut belum diajak duduk bareng oleh Pemkot Depok dan belum ditata dan disediakan terminal terminal atau pangkalan bagi mereka.

“Banyak cara untuk merealisasikan hal tersebut, bahkan jika pemerintah mau penyediaan terminal atau pangkalan untuk mereka, sebenarnya bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga,” ucap Babai (*)

You may also read!

Mukhlis Effendi : Untuk Membina Umat, Majelis Taklim di Depok Harus Diperhatikan

DEPOK – Caleg DPR RI DAPIL Jabar VI dari Partai Gerindra, Mukhlis Effendi memandang majelis taklim sebagai wadah penguat

Read More...

Sholahudin : Wujudkan Kebersamaan dengan 5M

DEPOK – Caleg DPRD Kota Depok Dapil 1 (Pancoranmas), dari PKB, Sholahudin menilai, kebersamaan di antara perbedaan bisa diciptakan

Read More...

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Mobile Sliding Menu