Mediasi Aruba Gagal

In Metropolis
IST/IRWAN SUPRIADI/RADAR DEPOK
BATAL: WARGA Aruba Residence Kota Depok dan rombongan Sekda Kota Depok ketika menunggu pertemuan dengan pengembang setempat di Club House perumahan Aruba Residence, Sabtu (20/10). Namun, pertemuan tersebut dibatalkan sepihak oleh pengembang Aruba Residence.

DEPOK – Kisruh di perumahan Aruba Residence di Jalan Pemuda Pancoranmas, antara warga dan pengembang hingga saat ini masih terus berlangsung. Penghuni Aruba meminta pengembang segera menyerahkan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) kepada Pemkot Depok.

Bahkan, mediasi yang sedianya dilakukan pada Sabtu (20/10), gagal dilakukan lantaran pihak pengembang membatalkan secara sepihak pertemuan tersebut.

Diketahui, pihak pengembang sudah tiga kali disurati Pemkot Depok agar menyerahkan PSU, tetapi sampai saat ini belum juga dilakukan. Surat peringatan ketiga sudah dilayangkan pemkot ke pengembang pada 3 Oktober 2018.

Pada persoalan ini, Pemkot Depok berupaya menjadi penengah antara warga dan developer. Dalam surat undangan yang ditandatangani Sekda Depok Hardiono, pemkot mengundang warga dan pengembang agar duduk bersama.

“Di surat undangan tertera tidak diperkenankan membawa alat komunikasi. Setelah negosiasi, pemkot dan kepolisian membolehkan hanya tiga warga yang membawa alat komunikasi, dan itu pun untuk dokumentasi warga,” ungkap Kuasa Hukum Warga Aruba, Wahyu Hargono.
Tetapi, hal itu tidak diterima pengembang. Dan akhirnya membatalkan pertemuan yang sudah dihadiri oleh Sekda, Kepala BKD, dan jajaran Polresta Depok tersebut.

“Padahal perangkat daerah semua sudah ada di lokasi pertemuan. Pengembang ngotot dan arogan membatalkan secara sepihak, karena ketidaksepahaman alat komunikasi,” ujar Wahyu.
Wahyu menuturkan, saat ini warga sudah sangat menginginkan agar PSU segera diserahkan pengembang. Hanya saja pengembang belum melakukan karena alasan yang tidak jelas.

“Kalau warga sendiri sih sudah siap dan sanggup mengelola, bahkan sudah ada proposal konsep pengelolaan versi warga dan pemkot juga sudah welcome,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana mengatakan, pertemuan memang batal terlaksana karena alasan teknis. Namun, informasi yang diterimanya bahwa pengembang sudah bersedia menyerahkan PSU pada pemerintah.

“Nanti kita validasi dulu PSU-nya. Kita lakukan cek kelayakan terhadap PSU mereka. Kalau masih ada yang harus diperbaiki, ya mereka perbaiki dulu,” pungkas Nina. (irw)

 

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu