Listrik Kelurahan Baiya Sekarat

In Utama
BELUMNORMAL : Posko Tolambu yang berada diwilayah Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, membutuhkan pasokan listrik dan makanan, kemarin.

BAIYA – Posko Tolambu menjadi salah satu posko warga Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Posko yang berada diatas bukit, gersang dan berdebu, menjadi salah satu tempat yang aman bagi warga Baiya berlindung, kemarin.

Usai melakukan pemeriksaan kesehatan yang digelar Relawan Bogor dan Depok. Salah seorang Tokoh Masyarakat Baiya yang berada di Posko Tolambu, Ashar mengatakan, sejak terjadinya gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Palu. Masyarakat Baiya yang berada didekat pesisir pantai, menyelamatkan diri dan mendirikan posko pengungsian.

“Posko kami ada 86 KK atau 430 jiwa yang menyelamatkan diri dari gempa bumi dan tsunami,” ujar pria berusia 50 tahun itu kepada Harian Radar Depok, Rabu (10/10).

Posko yang menggunakan pekarangan rumah warga, ditambah atap buatan dan beralaskan terpal sepanjang sekitar empat meter, menjadi tempat berkumpul warga. Namun, di posko tersebut selain pasokan makanan, warga membutuhkan aliran listrik.

Ashar mengungkapkan, semejak pasca gempa di posko tersebut belum mendapatkan aliran listrik. Pada Selasa (9/10) hingga kemarin listrik mulai mengalir sejak pukul 20:00 hingga 10:00 Wita. Namun, setelah itu listrik mati kembali dan belum mengaliri posko Tolambu. Menurutnya, aliran listrik menjadi salah satu bagian penting untuk kehidupan warga Posko Tolambu, salah satunya untuk mendapatkan air sumur dari rumah warga yang selamat dari gempa bumi dan tsunami.“ Apabila tidak ada air kami akan mengalami kesulitan untuk memasak, membuat makanan warga pengungsian,” terang Ashar.

Hal senada juga dilontarkan salah satu warga Kelurahan Baiya, Baihaki (42). Pria yang memiliki dua orang anak tersebut menuturkan, listrik menjadi salah satu kebutuhan pengungsi. Pasalnya, selama pasca gempa, warga pengungsian hanya dapat mengandalkan genset sebagai aliran listrik. “Genset dinyalakan untuk menerangi pengungsian saat malam hari,” ujar Baihaki.

Baihaki meminta, Pemerintah Kota Palu dapat segera melakukan pemulihan Kota Palu, khususnya aliran listrik. Selain itu, pasokan makanan masih sangat dibutuhkan warga pengungsi dikarenakan pasokan makanan semakin menipis. Pihaknya sudah mendapatkan tiga kali bantuan makanan, baik beras, mie instan, hingga air minum selama mengungsi.

Tidak hanya itu, lanjut Baihaki Pemerintah Kota Palu diharapkan dapat memulihkan perekonomian warga. Apalagi, semenjak pasca gempa bumi dan tsunami banyak warga kehilangan pekerjaan. Dia berharap, ada bantuan permodalan maupun pembukaan lapangan kerja untuk warga Palu, khususnya di Kelurahan Baiya. Hal itu untuk membantu memulihkan kembali aktifitas dan kehidupan warga.

Dari data yang berhasil didapat Radar Depok, sebanyak 14 posko didirikan diwilayah Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.(dic)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu