Langkah Hukum Masih Dirahasiakan, Hadapi Sengketa Lahan Pasar Kemirimuka Depok

In Metropolis
FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG LANJUTAN: Sidang Derden Verzet sengketa Pasar Kemirimuka, Beji dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi dari pedagang Pasar Kemirimuka, di Pengadilan Negeri Depok, kemarin (27/9).

DEPOK – Terkait langkah hukum untuk menghadapi sengketa lahan Pasar Kemirimuka, Pemkot Depok masih rahasiakan langkah hukum yang akan ditempuh. Bahkan, pihak Pemkot seakan tidak mau merebut kembali lahan pasar yang seharusnya milik Negara.

Menurut Kasubbag Hukum, Pemkot Depok, Selviadona pihak pedagang tidak meminta langkah untuk mempertahankan pasar kemirimuka. “Pedagang tidak meminta apapun, termasuk langkah-langkah mempertahankan lahan pasar Kemirimuka,” kata Selviadona.

Sementara pihaknya masih merahasiakan langkah apa yang akan dilakukan pemkot Depok, untuk mengembalikan aset Negara. “Mohon maaf untuk saat ini (langkah yang dilakukan pemkot, red) belum bisa di publish,” kata Selviadoni.

Padahal sebelumnya, hasil pertemuan pedagang Pasar kemirimuka dengan pemkot depok yang dipimpin oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Setda Kota Depok, Herman Hidayat mengatakan, setelah dilakukan pertemuan. Pemkot mengupayakan proses Pasar Kemirimuka tetap menjadi aset milik pemerintah Kota Depok.

Herman mengaku, akan membentuk tim kecil untuk melakukan langkah-langkah, untuk menghadapi proses hukum yang akan terjadi.

“Selama ini kita seperti berjalan masing-masing, nanti kita dapat berjalan bersama antara dinas terkait dan para pedagang untuk menyelesaikan masalah hukum yang sedang terjadi,” ucap Herman kepada Harian Radar Depok, Selasa (18/09).

Masih di Balaikota, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkot Depok, Nina Suzana menyebutkan, lahan Pasar Kemirimuka sudah tercatat dalam aset milik Pemkot Depok.

Sehingga terkait adanya proses hukum, pihaknya akan terus berupaya menyelesaikan dan mempertahankan aset milik Kota Depok.

“Kami sebenarnya masih berupaya untuk menyelesaikan masalah hukum yang ada di Pasar Kemirimuka. Kalau dalam cacatatan kita itu aset milik Kota Depok, limpahan dari Pemda Kabupaten Bogor. Kalau sudah tercatat sebagai aset apapun akan kita lakukan untuk mempertahankan aset tersebut,” tegas mantan Kasatpol PP Depok itu.

Sementara, Koordinator Pedagang Pasar Kemirimuka, Karno Sumardo mengungkapkan, kemarin pihaknya diberikan surat undangan Pemkot Depok. “Kami diundang Pemkot Depok, setelah kami menyatakan ingin mendemo Kantor Pomkot Depok karena seolah tidak memperdulikan aset negara,” kata Karno.

Namun, dia menyayangkan pihaknya tidak juga diperkenankan menemui Walikota Depok. “Sudah beberapa kali mengajukan surat dan ingin bertemu dengan walikota, tapi walikota belum juga mau menemui kami,” terang Karno.
Menurutnya, lahan Pasar Kemirimuka merupakan lahan milik negara, dalam hal ini Pemkot Depok, seharusnya berkewajiban membela pedagang.

“Ayo bantu kami walikota, ini juga demi kepentingan pemkot, dan lahan Pasar Kemirimuka tercatat sebagai aset milik Kota Depok,” papar Karno. (rub)

You may also read!

Farabi Tunggu ‘Dilamar’

RADARDEPOK.COM, DEPOK –Lima kursi di parlemen membuat Golkar Depok memiliki bargening position yang bagus menghadapi Pilkada Kota Depok pada

Read More...

Koruptor Ditangkap di Raffles Hills

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Perumahan Raffles Hills, Blok 3 nomor 16, Keluarahan Harjamukti, Cimanggis jadi tempat bersembunyi koruptor. Kemarin, mantan anggota DPR

Read More...

Karyawan Membandel, Potong Gaji

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meski memiliki banyak rintangan, pembangunan jalan tol penghubung antara Jakarta, Depok sampai Kabupaten Bogor harus tetap

Read More...

Mobile Sliding Menu