Kisah Yuliawati, Pelaku Usaha dari Limo, Kota Depok (3) Kelola Bank Sampah Sendiri, Keuntungan Rp3 Juta Sebulan

In Metropolis
REGI/RADAR DEPOK
SEMANGAT: Sampah-sampah yang ditimbang di bank sampah Sasak 07, Kelurahan/Kecamatan Limo. Yuliawati sebagai Ketua Bank Sampah, tetap focus berkegiatan selain berkarya.

Ibu dua anak asal Depok, Yuli selain berkarya ia juga membuat lapangan pekerjaan yaitu bank sampah. Usaha ini membuat banyak warga berdatangan, untuk menyetor sampah yang sudah dikumpulkann untuk ditimbang.

Laporan : Regi Pranata Bangun

Selain berkarya, ia juga mengurus Bank Sampah Kampung Sasak RW7 Kelurahan/Kecamatan Limo. Saat ditemui, perempuan berusia 39 tahun itu begitu bersemangat melakukan penimbangan sampah yang telah dikumpulkan. “Ini menghasilkan untuk banyak warga,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, berpenghasilan membuatnya hingga saat ini mengurus bank sampah, yang telah berdiri sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, bank sampah memiliki tiga orang pengurus. “Saya menjadi ketuanya,” ujar dia.

Namun, saat ini dia hanya mengurus Bank Sampah sendiri. Perempuan kelahiran 1979 ini menjelaskan, tidak menjadi soal jika mengurus bank sampah sendirian. Sebab, sambungnya, mengurus bank sampah sebagian pekerjaan yang kelak menjadi amal baik di akhir hayat. “Ini sama dengan membantu banyak orang. Jadi engga masalah, biar pun sendiri saya tetap semangat. Sebulan saya bisa untung Rp3 juta,” imbuhnya semangat.

Sambil meminum teh, Yuli menjelaskan, proses di mana masyarakat mengumpulkan sampah kemudian di banwa ke bank sampah. “Nanti, setelah terkumpul di proses sama pengepul untuk ditimbang,” ujarnya.

Dengan begitu, warga secara tidak langsung menjaga lingkungan juga dari sampah-sampah yang dapat menyebabkan penyakit. Juga, kata dia, lingkungan dapat tetap terjaga. “Kebersihan lingkungan dapat terjaga. Jadi sampah-sampah tersebut bermanfaat,” ungkap Yuli.

Dia berharap, dengan begitu warga yang biasanya membuang sampah, tidak layak pakai bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain setelah ditimbang dan menjadi uang.

“Dari pada tidak terpakai dan menumpuk, lebih baik dimanfaatkan kembali. Nanti, hasil penjualan juga kan bisa dibelikan sesuatu yang lebih bermanfaat. Saya juga berharap, Bank Sampah tetap terus membantu warga untuk mendapatkan penghasilan lebih, diluar penghasilan pokok mereka,” tutup Yuli.(cr1)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu