Kisah Relawan Bogor dan Depok, Uwen Juaeni Kehilangan Ibunda Saat di Palu, Belajar Urut Cimande Sejak Kecil

In Utama
DICKY/RADARDEPOK
BERIKAN PERTOLONGAN: Uwen Juaeni saat melakukan urut patah tulang kepada korban gempa bumi dan tsunami di salah satu tempat pengungsian Petobo, Kota Palu.

Rasa duka menyelimuti Relawan Bogor dan Depok yang bertugas melakukan aksi kemanusiaan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Musababnya, salah satu senior Relawan Bogor dan Depok, Uwen Juaeni tidak dapat menemani ibunda, yakni Maryam meninggal dunia di kampung halamannya di Kampug Tari Kolot RT09/RW03 Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. 

Laporan : Dicky Agung Prihanto Palu

 Duduk di meja makan di Posko Relawan Bogor dan Depok di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Birobumi Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Uwen Juaeni tidak dapat menutup kesedihannya saat mendengar kabar bahwa Ibunda yakni Maryam telah berpulang ke sisi Tuhan dikarenakan sakit.

Pria berusia 50 tahun tersebut mengungkapkan, Ibundanya merupakan sosok perempuan yang mengajarkannya bagaimana menjadi manusia yang baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Menurutnya, banyak nasihat dan pelajaran yang diberikan ibundanya yang selalu dia jadikan sebagai pedoman hidup.

“Ya saya mendengar kabar saat tengah menjemput tim Relawan Bogor dan Depok di bandara sekitar pukul 20.00,” ujar pria yang dikenal kerap bercanda tersebut.

Sambil menghisap sebatang rokok kesukaannya, Uwen telah mengikhlaskan ibunda dan berencana akan pulang besok (hari ini red). Pria yang mempelajari ilmu mengurut badan dan patah tulang sejak usia delapan tahun tersebut.

Tidak ada rasa penyesalan menjadi relawan dan dia menyakini Tuhan telah memiliki rencana yang baik untuk mahluknya.

Dia menilai, menjadi relawan merupakan tugas yang mulia dan sesuai nasihat orang tuanya untuk dapat membantu sesame dengan kemampuan yang dia miliki. Banyak suka duka yang dia rasakan selama menjadi relawan, yakni menolong orang dengan melakukan pengobatan urut Cimande kepada korban musibah.

Menurutnya, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang menggunakan ilmu dan kemampuannya kepada orang lain. Walaupun terkadang selama menjadi relawan Uwen harus menahan rindu kepada keluarganya yang berada di Desa Cimande.

Uwen menambahkan, berbagai kota di Indonesia telah dia singgahi untuk membantu masyarakat korban gempa bumi, longsor, tsunami, dan letusan Merapi.

Di antaranya, Aceh, Padang, Pangandaran, Jogjakarta, Bantul, Lombok, dan Palu. Uwen berpesan, Relawan Bogor dan Depok harus memiliki jiwa dan rasa yang kuat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Membantu itu jangan tebang pilih harus dilandasi dengan ke ikhlasan sebagai ibadah selama hidup di dunia,” tutup Uwen dengan tersenyum. (*) 

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu