Kayanya Potensi di Situ Sawangan, Depok Tidak Ada Lahan untuk Wisata

In Satelit Depok, Wilayah Depok
PEBRI/RADAR DEPOK
RINDANG: Suasana Situ Sawangan yang asri, dan beberapa tempat makan di pinggiran situ.

DEPOK – Rencana indah dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk menjadikan Kota Depok sebagai tempat wisata situ/danau di Tanah Pasundan, mendapatkan dukungan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Setu Sawangan. Karena, jika rencana tersebut diwujudkan, tentu akan berdampak positif untuk perkembangan ekonomi di Kota Depok, terutama di kawasan Kecamatan Sawangan,

Ketua Pokdarwis Situ Sawangan, Abdul Halim mengatakan, sekarang ini Situ Sawangan memiliki luas 27 hektare, setelah sebelumnya beberapa tahun silam, awalnya situ yang kerap disebut dengan Situ Tujuh Muara tersebut luasnya mencapai 40 hektare. Hal itu terjadi karena tidak adanya perhatian dari pemerintah.

“Tetapi luas 40 hekatare tersebut, tahun 1970’an. Dan di tahun itu, situ belum ada perhatiannya. Tetapi, untuk sekarang ini sudah ada perhatiannya, dan dibuatkan turap di seluruh sisi situ,” ucapnya kepada Radar Depok didampingi Pengelola Harian Setu Sawangan, Arifin Abu.

Abdul Halim menuturkan, Situ Sawangan memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata air di Kota Depok. Karena, secara tata letaknya yang masuk ke dalam, menjadikan situ tersebut tidak berada langsung di pinggir jalanan, jadi lebih aman. Bahkan, areanya masih banyak lahan kosong yang sekiranya bisa dimanfaatkan untuk dijadikan lokasi hiburan dan lainnya.

“Tetapi, semua itu tergantung dari pemerintahnya untuk pengadaan lahan di sekitaran Situ Sawangan,” jelasnya.

Karena, Pokdarwis Situ Sawangan hanya bisa mengelola airnya saja, karena lahan-lahan kosong di sekitaran Situ Sawangan masih ada pemiliknya. Jadi, tidak bisa sembarangan dikelola oleh Podarwis. Oleh karena itu, perlu ada ketegasan dari pemerintah untuk bisa membeli lahan tersebut, dan dijadikan sebagai lahan untuk hiburan wisata.

“Ada lahan yang strategis untuk dijadikan sebagai area wisata hiburan di Situ Sawangan, luasnya mencapai 4.000-5.000 meter. Tetapi, itu masih jadi lahan miliki seseorang. Jadi, harus ada pembebasannya dahulu dari pemerintah, sehingga menjadi aset,” katanya.

Halim menuturkan, dengan adanya pembebasan lahan tersebut, warung-warung yang berada di pinggir Situ Sawangan bisa dipindahkan lebih keatas, jadi semuanya lebih tertata lagi untuk wisata dan parkirannya. Selain itu, akses jalan juga sangat penting untuk ke Situ Sawangan. Sekarang yang ada tidak terlalu besar, untuk masuk kendaraan besar seperti bus.

“Sekarang ini jumlah pedagang di kawasan Situ Sawangan ada sekitar 25 pedagang. Ada yang berada di pinggir situ dan ada juga yang memang berada di lahan sekitaran situ,” jelasnya.

Halim menjelaskan, sebagai destinasi wisata air di Kota Depok, Situ Sawangan biasanya ramai pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Dimana, biasanya bisa mencapai 200 pengunjung tiap harinya. Tetapi, untuk memperluas jangkauan minat masyarakat, tentunya harus ada beragam hiburan di Situ Sawangan.

“Sekarang ini, sebagai wisata air di Situ Sawangan ada bebek-bebekan, kuliner, dan wisata perahu,” jelasnya. (peb)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu