K-9 Kelapa Dua Endus Korban Tsunami, Pemkot Depok Bantu Rp400 Juta

In Utama
IST FOR RADARDEPOK
DI PALU: Pimpinan Detasemen K9 yang bertugas di lokasi bencana yaitu Ipda Muhtar Panit 2 den K9 bersama anggotannya telah tiba di Palu, Sulawesi Tengah.

DEPOK – Direktorat Polisi Satwa Kelapa Dua Depok menurunkan personel Detasemen K-9 (anjing pelacak), guna membantu mencari korban gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah.

Panit 2 Den K-9 Kelapa Dua Ipda Muhtar mengatakan, pencarian sejak Senin (1/10) dimulai di Kelurahan Petobo Kecamatan Sigi Palu, Sulteng.

“Tiga satwa SAR diturunkan, dan menemukan 12 titik lokasi pencarian. Sudah ada lebih dari tiga jenazah korban yang ditemukan,” ucap Muhtar saat dihubungi Radar Depok, kemarin (2/10).

Tetapi lanjut Muhtar, yang baru ditempatkan di tenda baru tiga jenazah. Mengingat akses cukup sulit, kantong jenazah dan sarung tangan terbatas.

Senada, Pengelola Informasi dan Data Unit Ditpol Satwa Polri, Brigadir Arohman menyebutkan, pengiriman personel K-9 ke wilayah bencana Palu dilakukan sejak 31 September. Pada tahap awal diberangkatkan sepuluh personel, dan empat K-9. Hari pertama K-9 menemukan jenazah di Kecamatan Petombo Sigi, Sulteng.

“Beberapa satwa seperti K9 oro menemukan lima titik, K9 Lupita menemukan empat titik dan K9 Adry milik Polda Sulteng temukan tiga titik. Hingga saat ini ada tiga korban yang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menyatakan, Pemkot Depok telah menyiapkan dana Rp400 juta, guna membantu para korban gempa dan tsunami di Sulteng. Dana tersebut, akan bertambah karena pengumpulan bantuan bagi korban bencana masih terbuka untuk umum.

“Kalau ditanya berapa seperti yang musibah Lombok itu cukup besar, lebih dari Rp500 juta. Kemungkinan untuk Palu akan lebih, makanya tadi pak walikota mau lihat dulu sisa dari dana kita saat ini berapa. Nanti akan disampaikan beliau,” ucap Pradi kepada Radar Depok, Selasa (2/10).

Selain menyiapkan bantuan dana, Walikota dan Wakil Walikota Depok juga juga mengajak seluruh PNS untuk menggelar doa bersama agar bencana di Palu, Sulawesi Tengah lekas berlalu. “Acara doa bersama dengan PNS ini dipimpin walikota. Intinya kita harus bahu membahu, seluruh elemen bangsa ya. Bukan hanya tugas Pemerintah pusat. Ini bentuk kepedulian kita semua,” bebernya.

Pradi menambahkan, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk bantuan yang sifatnya mendesak, dan pemulihan bangunan yang rusak. “Ini yang dibutuhkan bukan bantuan sesaat saja, tapi pemulihan juga butuh biaya besar,” kata dia.

Kalau setiap wilayah berbagi, ini bukan hal yang sulit untuk memulihkan kondisi paska bencana alam. Ingat, dalam hadist juga disebutkan, sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat untuk manusia lain. Pradi mengimbau bagi masyarakat Kota Depok yang ingin membantu korban bencana gempa dan Tsunami di Palu, Sulteng bisa langsung menghubungi Pemkot Depok.

“Yang pasti kami tidak akan diam. Kami juga mengimbau pada masayarakat silahkan jika ingin melalui kami atau mau langsung silakan,” tandasnya.(irw)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu