Judi, Prostitusi, Narkoba Ditelan Bumi

In Utama
Dicky Agung Prihanto/RADARDEPOK
LULUHLANTAH : Salah satu wilayah Petobo yang mengalami Likuifaksi saat terjadi gempa bumi yang melanda Kota Palu, kemarin.

PALU – Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu mencuat  akibat bencana likuifaksi. Tapi siapa sangka, sewaktu masih gagah-gagahnya. Petombo tenar dengan sebuatan Las Vegasnya Kota Palu. Di lokasi yang telah menelan 856 korban jiwa, Petobo dijadikan sarang perjudian, prostitusi, hingga narkotika.

Kemarin pagi, embun seakan menyambut kedatangan Radar Depok yang tergabung dalam Relawan Bogor dan Depok. Relawan menyambangi Petobo yang terkena likuifaksi, atau lumpur yang keluar dari dalam bumi dan menyebabkan tanah daerah tersebut bergerak serta terkubur.

Lumpur yang membuat gundukan dan sejumlah pohon kelapa menjadi saksi bisu, Petobo luluh lantah. Warga disana tidak awam bila Petobo dijadikan wilayah maksiat. Salah seorang warga Petobo yang selamat dari likuifaksi, Salih mengatakan, Petobo dahulu layaknya Las Vegas. Tidak dapat dipungkiri Petobo menjadi tempat perjudian.

“Judinya mulai dari kelas receh hingga kelas kakap,” ujar Salih saat ditemui di salah satu rumah, yang tidak jauh dari pintu masuk menuju Petobo.

Salih mengungkapkan, perjudian di wilayah Petobo selalu hidup selama 24 jam. Bahkan, dalam sehari perputaran perjudian dapat mencapai Rp1 Miliar. Perjudian ditempat tersebut mulai dari permainan kartu, dadu, rolet, hingga taruhan lainnya. Pemainnya, berasal dari luar wilayah Petobo, seperti Manado, Makassar, Surabaya hingga Batam. Sedangkan untuk bandar judi, merupakan orang Petobo sendiri.

Segala macam apapun dijadikan judi diwilayah Petobo. Dia tidak menampik, saat Radar Depok mencoba mengklarifikasi bahwa orang hamil dapat dijadikan judi, untuk menentukan bayi di dalam kandungan pria atau perempuan. Bahkan, untuk menentukan pemenang, perempuan hamil di USG di rumah sakit dibiayai penjudi. “Memang ada (Judi). Bahkan, narkotika dan prostitusi ada di Petobo,” terang Salih.

Pria berusia 42 tahun tersebut menjelaskan, tidak tanggung-tanggung, secara tidak langsung anak kecil menjadi perantara. Contohnya, apabila orang tuanya bandar togel, anaknya kerap disuruh untuk mengantarkan uang kepada pemenanga atau bandar besar. Untuk bandar besarnya pun tinggal di Petobo.

Seakan terusik mengorek lebih dalam, Radar Depok mencoba mencari kebenaran tempat judi sebenarnya ada diatas bukit. Tidak jauh dari wilayah Petobo, dahulu ada likasi yang kerap tertutup dengan acara dibalut kegiatan kemasyarakatan. Sehingga masyarakat luar tidak mengetahui akan hal itu. Kali ini, Salih menjawab dengan tersenyum. Menurutnya, saat ada lomba pacuan kuda, kegiatan tersebut dijadikan judi. Pintarnya, masyarakat Petobo diberikan peluang untuk membuka usaha seperti kedai warung.

Pernyataan yang hampir sama juga didapatkan Radar Depok dari warga Petobo yang selamat lainnya. Nasran menuturkan, menyakini likuifaksi wilayah Petobo merupakan azab dari teguran Tuhan, dikarenakan wilayah tersebut terkenal akan maksiatnya. Dia membenarkan, salah satu tempat perjudian Petobo berada diatas bukit yang kerap dijadikan arena pacuan kuda, motorcross, maupun kegiatan lainnya.

“Kabarnya selain warga Petobo maupun pendatang dari luar oknum aparat menjadi beking dibaliknya,” ucap Nasran.

Namun, semua itu merupakan masa lalu petobo yang kelam. Kini, wilayah Petobo tidak dapat dihuni kembali. Bahkan, rencananya pemerintah setempat, ingin menjadikan petobo sebagai taman penghijauan dan didirikan tugu. (dic)

 

 

 

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu