Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Depok (3) Impian Anniversary 1 Tahun di Dukung Polisi

In Metropolis
SANI/RADAR DEPOK
AKSI SOSIAL : Anggota Indonesia Escorting Ambulance (IEA) DEPOK menggalang dana kepada pengendara di jalan untuk membantu korban bencana alam.

Walaupun sudah berbuat baik tetap saja masih dipandang sebelah mata. Itulah kata-kata yang kerap dirasakan oleh organisasi Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Depok. Tak mengenal lelah dan waktu, mereka tetap menjalankan tugas untuk membantu pengawalan ambulans sampai di tempat tujuan.

LAPORAN : NUR APRIDA SANI

Organisasi yang bermarkas di Jalan Raya Margonda, tepatnya di depan Bank BNI Syariah Depok, usianya masih seumur jagung. Desember nanti tepat 1 tahun. Setiap hari tugas para anggotanya adalah mengawal mobil ambulans yang melintas di seluruh ruas jalan di Kota Depok.

Cukup ekstrim memang aksi yang dilakukan. Berada di kanan kiri depan belakang mobil yang memiliki sirine di atasnya ini. Menghadang kendaraan yang melintas demi keselamatan dan ketepatan waktu ambulans untuk sampai di lokasi.

Bisa dikatakan nyawa pun jadi taruhannya. Tetapi tetap tidak menghalangi semangat para anggota. Berbuat seperti itu saja, masih tidak dihargai oleh polisi Depok. Mereka ingin di usia 1 tahun ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh oleh Polres Depok.

“Mudah-mudahan di anniversary ke 1 tahun ini dapat persetujuan dan apresiasi penuh oleh pihak kepolisian karena hanya wilayah Depok saja yanh belum di dukung oleh polisi setempat dibanding wilayah lain,” kata Koordinator Lapangan IEA Depok, Sebastian Dwiyantoro kepada Radar Depok.

Selasa, 9 Oktober 2018 tepatnya pukul 21.00 WIB. Ketika sedang asyik mengobrol dengan korlap, tiba-tiba melintas mobil ambulans dari arah utara menuju selatan. Seketika bergegas empat motor anggota lengkap menggunakan helm dan jaket merah berlogo IEA Depok. Tanpa diminta mereka langsung menghadang kendaraan supaya ambulans melintas dengan aman dan nyaman.

Untuk menjadi anggota IEA Depok bukan hanya harus memiliki motor, namun juga lengkap dengan surat-surat kendaraan yang masih berlaku, seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK). “Tiap bulan kami pantau terus jangan sampai sim dan stnknya mati (waktu penggunaan). Kalau ada yang melanggar dan tidak patuh segera ditindaklanjuti. Karena itu sudah peraturan wajib di IEA,” tutur Sebastian.

IEA Depok juga selalu bersinergi dengan wilayah terdekat seperti Bogor dan Jakarta. Whatsaap adalah alat penghubung di antara mereka. Jadi ketika ada ambulans yang akan melintas dari arah Bogor-Jakarta, IEA Depok akan mengawalnya, begitupun sebaliknya. Kecepatan laju maksimal yang harus dilakukan anggota adalah 100 km/jam jika jalanan memungkinkan.

Karena organisasi ini bergerak di bidang sosial, mereka juga kerap menggalang dana untuk sesama yang membutuhkan. Seperti bencana yang melanda Lombok dan Palu-Donggala beberapa waktu ini. Ada beberapa anggotanya pun yang juga siap siaga dikirim menjadi relawan disana.

“Tujuan organisasi ini ada untuk membantu sesama yang membutuhkan. Rasa lelah kami terbayarkan ketika senyuman hadir dibibir mereka yang kami bantu,” tutup Sebastian. (*)

You may also read!

Bem UI Turun Gunung, Ekseskusi Lahan Kukusan Depok Hari Ini

DEPOK – Setelah berhasil melakukan eksekusi 10 bidang lahan yang tergerus proyek Jalan Tol Cijago di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya,

Read More...

Jalan Juanda Depok Dilalui Bus

DEPOK – Tak lama lagi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, akan membuka rute baru di Jalan Juanda untuk angkutan

Read More...

Pohon Tumbang di Depok, Satu Mobil Hancur

DEPOK – Dalam kondisi cuaca yang ekstrim belakangan ini, warga perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, bencana kapan saja menimpa. Bisa-bisa

Read More...

Mobile Sliding Menu