Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Depok (2) Tak Dipungut Biaya, Sering Kena Tilang

In Metropolis
SANI/RADAR DEPOK
MENGAWAL : Tim Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Depok usai mengantar mobil ambulans.

Tidak dilarang jika setiap manusia ingin berbuat kepada sesama, itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab di dunia. Seperti organisasi Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Depok yang membantu pengawalan mobil ambulans ketika berada di jalan. Tindakan organisasi ini menuai pujian banyak orang.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Bukan hanya berperan membantu dan mempermudah masyarakat ketika ada sanak saudara atau siapa pun tengah dilanda gawat darurat. Mobil ambulans memang diperuntukkan ketika sedang urgent, namun tak sedikit orang yang malah mengabaikan keberadaan mobil tersebut.

Apalagi ketika dalam keadaan macet. Sudah seharusnya ambulans mendapatkan prioritas utama dibanding kendaraan lain. Dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang UU Lalu Lintas dan angkutan jalan khusus. Mobil ambulans masuk dalam urutan 2. Namun kesadaran pengendara dengan mobil yang memiliki sirine diatasnya ini banyak yang tak mempedulikan. IEA Depok hadir membantu tugas polisi untuk menjadi pengawal ambulan agar sampai tujuan dengan selamat dan tanpa rintangan.

“Pekerjaan kami ini tanpa dipungut biaya alias gratis. Kami lakukan ini semua ikhlas atas kesadaran dan empati serta kepedulian terhadap mobil ambulans yang sering kesusahan saat melintas padahal dalam keadaan genting,” kata Koordinator Lapangan IEA Depok, Sebastian Dwiyantoro.

Senin (8/10) malam, wartawan Radar Depok bercengkrama dengan anggota IEA Depok di basecampnya di Jalan Raya Margonda, tepatnya depan BNI Syariah. Sebanyak 10 orang dengan lima motor berjejer di pinggir jalan tersebut. Ketika mengawal ambulans, empat orang dikerahkan. Terdiri dari pemandu arah, blocker, dan pembuka jalan. Peran keempatnya adalah berkendara di depan ambulnas dan meminta jalan pada kendaraan lain di deapnnya dengan isyarat lampu strobo dan klakson.

Gampangnya aksi tersebut untuk membuka jalan bagi ambulans sehingga dapat melaju cepat dan stabil dengan pertimbangan pasien di dalamnya. Ketika ambulans sampai di lokasi dengan tepat, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anggota IEA Depok. Dan kebahagian itulah upah yang tak dapat dibayarkan oleh siapapun.

Walaupun sudah membantu orang banyak, tetap saja tindakannya tersebut sering dianggap sebelah mata oleh segelintir orang. Termasuk polisi yang sering menilang mereka. Sangat amat disayangkan oleh pihak IEA Depok yang kurang di dukung oleh polisi setempat.

“Sudah setahun kami berdiri, namun sampai saat ini belum ada pengakuan dan dukungan dari Polres Depok. Kalau di daerah lain di Indonesia hampir semuanya sudah mendapatkan support bahkan pihak polisi yang meminta langsung,” ujar Bastian. (bersambung)

You may also read!

Tolak, Ricuh, Rata Juga

DEPOK – Sempat dibatalkan pada 1 Oktober lalu. Akhirnya 10 rumah yang ada di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya berhasil diratakan.

Read More...

12 Lulus Seleksi, Dua Gugur

DEPOK – Pelaksanaan seleksi untuk tiga kepala dinas, mulai mengeliminir peserta. Dari 14 Aparatur Negeri Sipil (ASN), ada dua

Read More...

Walikota Depok Harap 2025 ODHA Tak Bertambah

DEPOK – Di peringatan Hari Aids Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember lalu. Walikota Depok Mohammad Idris berharap 2025

Read More...

Mobile Sliding Menu