Harga Cabai Depok Terendah seJabar

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
HARGA NAIK: Pedagang sayuran saat beraktifitas di lapak dagangannya di Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, kemarin (10/10). Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS diduga menyebabkan beberapa harga kebutuhan pokok naik.

DEPOK – Harga cabai disejumlah pasar di Jawa Barat mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Meski begitu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok menegaskan harga cabai di pasar Kota Depok masih stabil.

Di Jabar, harga cabai tertinggi ada di Kabupaten Ciamis tembus di harga Rp42.500 per kilo. Sedangkan, harga cabai keriting di Kota Depok hanya Rp31.500 per kilo.

“Rata-rata harga cabai di Jabar Rp33.347, tapi Depok (harga cabai, Red) masih di posisi rendah,” ungkap Kepala Disdagin Kota Depok Kania Parwanti, kemarin (10/10).

Sedangkan harga cabai merah hingga saat ini masih stabil. Pedagang sayur di Pasar Musi Depok, Supri (35) mengatakan, harga cabai rata-rata naik Rp10 ribu per kilo. Ia menduga melemahnya nilai tukar rupiah merupakan salah satu penyebabnya.

“Satu kilogram cabai keriting dijual Rp40 ribu, cabai rawit Rp35 ribu, dan cabai hijau Rp30 ribu per kilo,” tutur Supri.

Sedangkan, cabai merah besar yang sebelumnya Rp25 ribu per kilogram naik menjadi Rp33 ribu per kilogram.

“Kalau cabai itu naik semua, pusing lah pokoknya. Makannya dikasih tahu dolar naik lagi ya takut, kalau harga naik terus mana bisa saya belanja. Pembeli juga pasti enggak bisa beli, sekarang saja sudah pada ngeluh,” tuturnya.

Walau bukan lonjakan terburuk selama berdagang, Supri menyebut lonjakan harga cabai sekarang lebih buruk dibanding saat bulan Ramadan lalu. Pasalnya tak hanya cabai yang harganya melonjak naik, harga kol, wortel dan jengkol juga terkerek naik.

Dua pekan lalu, harga jengkol di lapaknya Rp18 ribu per kilogram, sekarang harga melonjak jadi Rp28 ribu per kilogram. Satu kilogram wortel yang sebelumnya Rp8 ribu  melonjak jadi Rp12 ribu per kilogram, sedangkan kol dari Rp6 ribu per kilogram jadi Rp13 ribu per kilogram.

“Selama dagang sih ini bukan kenaikan terburuk. Mulai naik dari dua minggu lalu, bingung sekarang mau jual berapa. Kalau dijual mahal enggak ada yang beli, jual murah saya yang rugi,” keluh Supri. (irw)

You may also read!

Relawan Mujahidin Ajak Warga Tabayun

RADARDEPOK.COM, TASIKMALAYA- Banyaknya berita yang simpang siur dan berita hoax yang membakar suhu politik menjelang pengumuman hasil Pemilu 22

Read More...

Harga Tiket Bus Gila-gilaan

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemudik Depok tahun ini pasti bakal kebingungan pulang kampung halaman naik transportasi apa. Selain tiket pesawat yang sudah

Read More...

Pembalap Depok Jatuh Lagi

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pembalap Indonesia asal Kota Depok Dimas Ekky Pratama gagal finis pada balapan Moto2 Prancis 2019 di Sirkuit Le

Read More...

Mobile Sliding Menu